Warga Prancis mulai menggunakan kapur untuk melapisi kaca jendela selama Gelombang Panas melanda Eropa. Cara sederhana tersebut dipercaya mampu memantulkan sinar matahari sehingga suhu di dalam rumah menjadi lebih sejuk. Praktik ini kembali populer di sejumlah kota saat suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
Lapisan kapur berwarna putih bekerja dengan memantulkan sebagian radiasi matahari. Cahaya yang masuk ke dalam ruangan menjadi berkurang. Akibatnya, panas yang tersimpan di dalam bangunan juga menurun. Metode ini telah lama digunakan pada rumah kaca dan bangunan pertanian di beberapa negara Eropa.
Banyak warga memilih cara tersebut karena biayanya murah dan mudah diterapkan. Kapur dapat dibersihkan setelah musim panas berakhir. Solusi ini menjadi alternatif bagi rumah yang tidak memiliki pendingin udara atau ingin mengurangi konsumsi listrik.
Pemerintah Prancis terus mengingatkan masyarakat agar menghindari paparan sinar matahari pada siang hari. Warga juga diminta memperbanyak minum air, menutup tirai, serta menjaga ventilasi rumah tetap baik selama cuaca ekstrem berlangsung. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
Para ahli iklim memperkirakan gelombang panas akan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Karena itu, berbagai metode pendinginan pasif, termasuk penggunaan lapisan kapur pada jendela, diperkirakan akan semakin banyak diterapkan sebagai solusi sederhana untuk menjaga kenyamanan di dalam rumah.
