PORTAL RESMI – Sains Satu-satunya di Dunia, Mengapa Kotoran Hewan Wombat Kotak-Kotak?

Satu-satunya di Dunia, Mengapa Kotoran Hewan Wombat Kotak-Kotak?

Wombat memiliki keunikan yang hampir tidak ditemukan pada hewan lain di dunia. Mamalia berkantung asal Australia tersebut menghasilkan kotoran berbentuk kubus atau menyerupai kotak. Bentuk ini bukan hasil cetakan setelah kotoran keluar dari tubuh wombat. Para ilmuwan menemukan bentuk unik tersebut terbentuk ketika kotoran masih berada di dalam usus.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Soft Matter mengungkap mekanisme di balik fenomena tersebut. Para peneliti mempelajari sistem pencernaan wombat menggunakan jaringan usus dari hewan yang telah mati. Mereka menemukan usus wombat memiliki tingkat elastisitas berbeda pada beberapa bagiannya. Perbedaan tersebut membantu membentuk sisi datar dan sudut pada kotoran selama proses pencernaan.

Wombat memiliki proses pencernaan panjang yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Selama perjalanan melalui usus, kandungan air pada material makanan terus diserap tubuh. Kotoran kemudian menjadi semakin kering dan padat sebelum dikeluarkan. Kontraksi usus dengan tingkat kekakuan berbeda secara bertahap membentuk material tersebut menjadi kubus.

Bentuk kotak ternyata juga memberikan keuntungan bagi kehidupan wombat di alam liar. Hewan ini menggunakan kotorannya untuk menandai wilayah dan berkomunikasi dengan wombat lainnya. Mereka kerap meletakkan kotoran pada batu, batang kayu, atau lokasi yang mudah terlihat. Bentuk kubus membuat kotoran tidak mudah menggelinding dari permukaan tersebut.

Seekor wombat dapat menghasilkan puluhan potongan kotoran dalam satu malam. Keunikan tersebut menjadikan wombat terkenal sebagai hewan dengan sistem pencernaan sangat tidak biasa. Penelitian mengenai kotorannya bahkan membantu ilmuwan memahami hubungan antara mekanika jaringan dan pembentukan material lunak. Jadi, bentuk kotak tersebut bukan sekadar keanehan alam, melainkan hasil proses biologis khusus dalam usus wombat.

Related Post