PORTAL RESMI – Sains Anomali Hujan Semarang 2024: Pantura Banjir, Sekitarnya Malah Kering

Anomali Hujan Semarang 2024: Pantura Banjir, Sekitarnya Malah Kering

Semarang mengalami pola hujan tidak merata yang menarik perhatian peneliti selama rangkaian banjir pada Maret 2024. Kawasan pesisir utara mengalami hujan sangat lebat dan banjir. Namun, sejumlah wilayah di sekitarnya menerima curah hujan jauh lebih rendah. Kondisi tersebut menunjukkan hujan ekstrem dapat terkonsentrasi pada kawasan tertentu dalam waktu relatif singkat.

BMKG mencatat hujan ekstrem terjadi di Semarang pada 13 dan 14 Maret 2024. Curah hujan di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani mencapai 100,5 milimeter pada 13 Maret. Angkanya kemudian meningkat menjadi 238 milimeter pada hari berikutnya. Curah hujan tinggi tersebut berkontribusi terhadap banjir yang melanda sejumlah kawasan Kota Semarang.

Analisis BMKG menunjukkan gangguan atmosfer berperan dalam meningkatkan pembentukan awan hujan ketika kejadian berlangsung. Aktivitas Madden-Julian Oscillation turut mendukung pertumbuhan awan di wilayah Indonesia. Gelombang atmosfer ekuatorial juga memberikan kondisi yang mendukung peningkatan aktivitas konvektif. Pertemuan dan perlambatan angin semakin memperkuat pembentukan awan hujan di Jawa Tengah.

Karakter geografis Semarang membuat distribusi hujan dapat berbeda antara pesisir dan wilayah yang lebih tinggi. Kota ini memiliki dataran rendah di utara dan perbukitan pada bagian selatan. Interaksi angin laut, kondisi atmosfer, dan topografi dapat memengaruhi lokasi terbentuknya awan. Akibatnya, hujan deras bisa terjadi secara lokal tanpa menyebar merata ke daerah sekitarnya.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa banjir tidak selalu menunjukkan seluruh kawasan menerima hujan dengan intensitas serupa. Hujan lokal ekstrem dapat menyebabkan genangan besar ketika bertemu sistem drainase dan wilayah rawan banjir. Data Maret 2024 juga menunjukkan pentingnya pengamatan cuaca dengan resolusi wilayah lebih terperinci. Informasi tersebut dibutuhkan untuk memperkuat peringatan dini menghadapi hujan ekstrem dan risiko banjir perkotaan.

Related Post