Tren fesyen hijab kembali ramai diperbincangkan setelah muncul gaya unik bernama “hijbob” atau hijab bob. Gaya tersebut viral melalui TikTok pada Juli 2026. Hijab dibentuk menyerupai potongan rambut bob pendek yang dapat bergerak ketika pemakainya menggerakkan kepala. Penampilannya kemudian memancing beragam tanggapan dari pengguna media sosial.
Tren ini dipopulerkan kreator fesyen berusia 26 tahun asal Michigan yang dikenal sebagai Zay. Ide tersebut muncul setelah Zay melihat video kreator bernama Jocelyn Meiere memainkan rambut bob miliknya. Zay kemudian mencoba menciptakan gerakan serupa menggunakan scarf. Ia bahkan memotong salah satu scarf agar bentuk dan gerakannya semakin menyerupai rambut bob.
Percobaan pertama belum menghasilkan gerakan kain seperti yang diinginkan Zay. Ia kemudian menggunakan bahan lebih ringan dan mudah bergerak. Video berikutnya justru menjadi viral meski akun tersebut awalnya hanya memiliki sekitar 200 pengikut. Nama “hijbob” kemudian digunakan sebagai gabungan kata hijab dan bob.
Namun, Zay menegaskan kreasinya tidak dimaksudkan sebagai panduan penggunaan hijab yang sesuai ketentuan keagamaan. Ia menggambarkannya sebagai eksperimen kreatif dan menyenangkan menggunakan scarf. Di media sosial, tren tersebut tetap memunculkan perdebatan mengenai batas antara kreativitas fesyen dan fungsi hijab. Sebagian pengguna mengkritiknya, sedangkan lainnya melihat tren tersebut sebagai ekspresi gaya.
Fenomena hijab bob menunjukkan media sosial mampu membuat eksperimen fesyen sederhana berkembang menjadi tren global. TikTok membuat gaya tersebut cepat ditiru dan dibicarakan berbagai komunitas. Meski menuai pro dan kontra, hijbob memperlihatkan bagaimana kreator muda terus bereksperimen dengan bentuk serta gerakan kain. Tren tersebut juga memperlihatkan luasnya diskusi mengenai modest fashion di ruang digital.
