Peneliti menemukan 32 simbol purba yang berulang pada sekitar 350 gua prasejarah di berbagai wilayah Eropa. Simbol tersebut muncul pada lukisan gua yang diperkirakan berusia antara 10.000 hingga 40.000 tahun. Temuan itu memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya sistem komunikasi sebelum munculnya bahasa tulis. Namun, para ilmuwan menegaskan simbol tersebut belum dapat disebut sebagai bahasa tertua manusia. Penelitian itu mendapat perhatian luas dalam kajian arkeologi dan evolusi budaya.
Kajian tersebut dipopulerkan arkeolog Genevieve von Petzinger yang meneliti ribuan simbol pada gua-gua di Prancis, Spanyol, Portugal, dan Italia. Ia menemukan hanya 32 bentuk simbol yang digunakan secara berulang selama puluhan ribu tahun. Simbol itu meliputi titik, garis, segitiga, bentuk tangan, hingga pola menyerupai kisi-kisi. Konsistensi penggunaannya menunjukkan kemungkinan adanya makna yang dipahami oleh kelompok manusia purba. Meski demikian, arti setiap simbol masih belum berhasil dipecahkan.
Sejumlah peneliti menduga simbol tersebut berfungsi sebagai penanda musim, lokasi berburu, atau identitas kelompok. Ada pula yang menilai simbol itu berkaitan dengan ritual kepercayaan masyarakat prasejarah. Namun, hingga kini belum ditemukan bukti yang memastikan fungsi sebenarnya. Para ahli menekankan bahwa sistem tulisan umumnya memerlukan hubungan langsung dengan bunyi bahasa. Bukti seperti itu belum ditemukan pada simbol-simbol gua tersebut.
Meski belum dapat dikategorikan sebagai bahasa, penemuan tersebut memperlihatkan kemampuan berpikir simbolik manusia purba telah berkembang sangat awal. Kemampuan itu diyakini menjadi salah satu fondasi lahirnya sistem komunikasi yang lebih kompleks. Penelitian lanjutan diharapkan mampu mengungkap makna simbol melalui teknologi pencitraan dan analisis digital. Temuan tersebut juga membuka peluang baru untuk memahami perkembangan budaya manusia pada masa prasejarah.
