PORTAL RESMI – Sains Inovasi Jepang Sulap Tanah Jadi Sumber Listrik Baru

Inovasi Jepang Sulap Tanah Jadi Sumber Listrik Baru

Peneliti Jepang terus mengembangkan pemanfaatan tanah sebagai sumber listrik alternatif untuk perangkat berdaya rendah. Salah satu riset dilakukan di Saga University dengan memanfaatkan teknologi soil microbial fuel cell. Teknologi tersebut memanfaatkan aktivitas mikroorganisme alami di dalam tanah untuk menghasilkan energi listrik. Penelitian diarahkan untuk mendukung perangkat pemantauan lingkungan dan sistem Internet of Things atau IoT.

Prinsip kerjanya memanfaatkan mikroorganisme yang menguraikan bahan organik di dalam tanah. Proses metabolisme tersebut melepaskan elektron yang kemudian dapat dikumpulkan menggunakan elektroda. Aliran elektron menghasilkan listrik tanpa membutuhkan proses pembakaran bahan bakar. Tanah lembap dan kandungan bahan organik menjadi faktor penting dalam proses pembangkitan energi tersebut.

Penelitian terbaru mengenai soil microbial fuel cell juga menunjukkan teknologi tersebut dapat digunakan untuk sensor pertanian mandiri. Sebuah studi dalam Journal of Power Sources terbit pada Februari 2026 membahas sistem sensor tanah tanpa sumber listrik konvensional. Peneliti menggabungkan sepuluh unit microbial fuel cell untuk meningkatkan arus listrik. Sistem pengelolaan daya kemudian digunakan untuk mengisi baterai dengan efisiensi sekitar 90 persen.

Dalam pengujian tersebut, sistem mampu mengoperasikan modul multisensor selama lebih dari 250 hari. Teknologi seperti ini berpotensi mengurangi kebutuhan penggantian baterai pada sensor pertanian. Perangkat dapat digunakan untuk memantau kondisi lahan pada lokasi yang sulit mendapatkan jaringan listrik. Namun, daya yang dihasilkan masih lebih cocok untuk perangkat elektronik berdaya rendah.

Pengembangan teknologi berbasis tanah membuka peluang baru bagi energi ramah lingkungan dan pertanian pintar. Saga University juga meneliti pemanfaatan baterai tanah untuk sistem pemantauan di kawasan pegunungan. Teknologi tersebut berpotensi mendukung sensor lingkungan dengan kebutuhan perawatan lebih rendah. Pengembangan lebih lanjut diperlukan sebelum listrik dari tanah dapat digunakan dalam skala yang jauh lebih besar.

Related Post