Indonesia memasuki babak baru teknologi antariksa melalui peluncuran satelit Oriental Smart Eye Hyperspectral-01 atau Lampung-1. Satelit tersebut diluncurkan pada Rabu, 5 Agustus 2026, dari perairan lepas pantai Haiyang, Shandong, China. Peluncuran menggunakan roket Jielong-3 Y12 bersama satelit Hyperspectral-02 menuju orbit yang telah ditentukan. Lampung-1 dikembangkan melalui kolaborasi teknologi Indonesia dan China dengan dukungan berbagai pihak.
Lampung-1 disebut sebagai satelit AI hiperspektral pertama Indonesia untuk mendukung penginderaan jauh berbasis kecerdasan buatan. Teknologi hyperspectral imaging mampu menangkap informasi dalam banyak spektrum cahaya. Kemampuan tersebut membantu mengenali kondisi tanaman, perubahan lahan, hingga karakteristik objek secara lebih terperinci. Data kemudian dapat dianalisis menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan kebijakan.
Teknologi yang dipersiapkan mencakup Synthetic Aperture Radar, pencitraan optik, pemrosesan gambar berbasis AI, dan sistem pengiriman data. Sistem analitik geospasial berbasis cloud juga menjadi bagian penting dalam pemanfaatan data. Teknologi SAR memungkinkan observasi dilakukan ketika kondisi gelap atau wilayah tertutup awan. AI juga dapat membantu mengenali perubahan lahan dan menganalisis pertumbuhan tanaman.
Pemanfaatan Lampung-1 diarahkan terutama untuk sektor pertanian, perencanaan wilayah, lingkungan, dan mitigasi bencana. Data satelit dapat membantu pemerintah mengamati kondisi lahan pertanian secara lebih cepat. Teknologi tersebut juga berpotensi mendukung pemetaan wilayah rawan bencana dan perubahan lingkungan. Pemerintah Lampung berharap pemanfaatannya dapat memperkuat pembangunan berbasis data yang lebih akurat.
Kerja sama Lampung-1 juga mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam teknologi penginderaan jauh. Pengembangan fasilitas ground station turut masuk dalam ruang lingkup kerja sama. Kehadiran Lampung-1 menjadi langkah penting menuju pemanfaatan teknologi antariksa untuk kebutuhan daerah. Satelit ini diharapkan membuat pengambilan kebijakan semakin cepat, terukur, dan berbasis data aktual.
