PORTAL RESMI – Trend Fenomena Second Account Gen Z: Ruang Aman atau Beban Mental? Ini Kata Psikolog

Fenomena Second Account Gen Z: Ruang Aman atau Beban Mental? Ini Kata Psikolog

Fenomena second account semakin populer di kalangan Generasi Z, khususnya pada platform Instagram. Akun kedua biasanya dibuat lebih privat dengan jumlah pengikut terbatas. Pengguna memanfaatkannya untuk membagikan cerita yang tidak ingin ditampilkan melalui akun utama. Penelitian di Bekasi menunjukkan second account memberikan kenyamanan psikologis dan ruang ekspresi lebih terbuka.

Penelitian Universitas Tarumanagara pada 2026 juga menemukan pola serupa pada pengguna Gen Z. Second account memungkinkan pengguna menunjukkan sisi diri yang lebih jujur dan emosional. Lingkungan digital tersebut dianggap memiliki tekanan sosial lebih rendah dibandingkan akun utama. Pengguna juga dapat menentukan orang yang dipercaya untuk melihat kehidupan pribadinya.

Namun, memiliki second account tidak otomatis memberikan manfaat positif bagi kondisi psikologis seseorang. Pengguna tetap perlu memperhatikan batas keterbukaan ketika membagikan persoalan pribadi. Penelitian mengenai oversharing menemukan akun kedua dapat menjadi tempat pengungkapan diri secara lebih leluasa. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah ketika informasi sensitif dibagikan tanpa mempertimbangkan risiko digital.

Studi lain melibatkan 388 pengguna Gen Z yang memiliki second account Instagram. Penelitian tersebut mengkaji hubungan presentasi diri daring dengan kesejahteraan psikologis pengguna. Hasilnya menunjukkan cara seseorang menampilkan dirinya berkaitan dengan psychological well-being. Artinya, dampak akun kedua dapat berbeda berdasarkan pola penggunaan dan kondisi setiap individu.

Second account akhirnya dapat menjadi ruang nyaman selama digunakan dengan batasan yang sehat. Pengguna dapat memilih lingkaran pertemanan terpercaya dan menjaga informasi pribadi tetap aman. Namun, akun kedua jangan sampai menciptakan tekanan baru untuk terus mendapatkan respons sosial. Keseimbangan aktivitas daring dan kehidupan nyata tetap penting dalam menjaga kenyamanan psikologis pengguna media sosial.

Related Post