Pendekatan baru untuk melawan HIV menunjukkan hasil awal menjanjikan setelah melewati uji klinis fase pertama pada manusia. Kandidat tersebut bernama 10E8.4/iMab, sebuah antibodi bispesifik yang dirancang untuk menyerang HIV melalui dua target. Hasil penelitian fase pertama dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine pada 7 Juli 2026. Penelitian melibatkan orang dengan HIV dan peserta tanpa HIV.
10E8.4/iMab menggabungkan dua mekanisme dalam satu antibodi untuk meningkatkan kemampuannya menghadapi HIV-1. Bagian 10E8.4 menargetkan wilayah tertentu pada protein envelope HIV. Sementara bagian ibalizumab menargetkan molekul CD4 pada sel manusia. Kombinasi tersebut dirancang untuk menghambat virus menggunakan pendekatan berbeda dari obat antiretroviral konvensional.
Uji klinis fase pertama terutama bertujuan mengevaluasi keamanan, tolerabilitas, serta perilaku kandidat terapi dalam tubuh manusia. Peneliti memberikan 10E8.4/iMab melalui infus intravena atau suntikan di bawah kulit. Hasil penelitian menunjukkan kandidat antibodi tersebut memiliki aktivitas antivirus pada peserta dengan HIV. Namun, penelitian tahap awal belum cukup membuktikan efektivitas jangka panjang.
Pengembangan antibodi penetral luas menjadi salah satu pendekatan yang terus diteliti untuk pencegahan dan pengobatan HIV. Kandidat lain juga memasuki penelitian fase pertama sepanjang 2026. IAVI, misalnya, memulai pengujian empat antibodi untuk mengevaluasi keamanan dan kemampuan menetralkan HIV. Penelitian tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan metode pencegahan penularan kepada bayi.
Temuan 10E8.4/iMab memberikan tambahan harapan dalam pengembangan terapi HIV generasi berikutnya. Namun, kandidat tersebut belum dapat dianggap sebagai obat HIV yang siap digunakan masyarakat. Uji klinis lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas pada kelompok peserta lebih besar. Hasil fase pertama menjadi langkah awal penting menuju pengembangan pilihan terapi HIV baru.
