PORTAL RESMI – Trend Tren Balik ke Masa Lalu, Gen Z Kini Gemar Pakai Earphone Kabel Lagi daripada TWS

Tren Balik ke Masa Lalu, Gen Z Kini Gemar Pakai Earphone Kabel Lagi daripada TWS

Earphone berkabel kembali populer di kalangan Generasi Z setelah lama tergeser perangkat TWS. Tren ini ramai terlihat di TikTok, Instagram, dan X. Banyak anak muda sengaja menggunakan earphone kabel sebagai bagian dari gaya berpakaian sehari-hari. Aksesori tersebut kini dianggap memiliki nilai estetika dan sentuhan nostalgia era 2000-an.

Selain alasan gaya, banyak pengguna menilai earphone kabel lebih praktis dibanding TWS. Mereka tidak perlu mengisi daya sebelum digunakan. Risiko kehilangan perangkat juga dinilai lebih kecil karena kedua sisi tetap terhubung kabel. Sebagian pengguna mengaku kualitas suara lebih stabil untuk mendengarkan musik atau bermain gim. Harga earphone kabel juga umumnya lebih terjangkau dibanding TWS premium.

Fenomena tersebut turut dipengaruhi tren Y2K yang kembali digemari Generasi Z. Banyak produk teknologi lawas kembali digunakan sebagai bagian dari identitas fesyen. Kamera digital, pemutar MP3, dan iPod klasik juga mengalami peningkatan popularitas. Earphone kabel menjadi pelengkap gaya yang dianggap lebih autentik. Beberapa kreator konten bahkan menyebut kabel yang terlihat justru menambah karakter penampilan.

Meski demikian, TWS tetap memiliki keunggulan dari sisi mobilitas dan fitur. Teknologi nirkabel menawarkan noise cancellation, kontrol sentuh, dan konektivitas yang lebih praktis. Karena itu, tren earphone kabel lebih banyak dipandang sebagai pilihan gaya hidup daripada pengganti permanen. Fenomena ini menunjukkan Generasi Z sering memadukan teknologi modern dengan sentuhan nostalgia. Barang lama kembali diminati ketika mampu menghadirkan identitas, kenyamanan, dan pengalaman yang berbeda.

Related Post

Petisi Boikot Sarwendah Tembus 95 Ribu Tanda Tangan, Ruben Onsu: Itu Konsekuensi Bukan RekayasaPetisi Boikot Sarwendah Tembus 95 Ribu Tanda Tangan, Ruben Onsu: Itu Konsekuensi Bukan Rekayasa

Petisi boikot terhadap Sarwendah telah mengumpulkan lebih dari 95 ribu tanda tangan dan menjadi perbincangan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Ruben Onsu menyatakan petisi itu merupakan konsekuensi dari respons