PORTAL RESMI – Sains Riset BRIN: Memahami Lahan Basah sebagai Penjaga Siklus Air

Riset BRIN: Memahami Lahan Basah sebagai Penjaga Siklus Air

Badan Riset dan Inovasi Nasional mengingatkan pentingnya menjaga kawasan lahan basah di Indonesia. Ekosistem tersebut berperan besar menjaga keseimbangan siklus air. Lahan basah mampu menyerap, menyimpan, dan melepaskan air secara alami. Fungsi itu membantu mengurangi risiko banjir dan kekeringan. BRIN menilai pemahaman masyarakat terhadap manfaat lahan basah masih perlu ditingkatkan.

Menurut peneliti BRIN, lahan basah mencakup rawa, gambut, mangrove, dan dataran banjir. Ekosistem itu menjadi habitat beragam flora dan fauna. Lahan basah juga berfungsi menyaring polutan sebelum memasuki sungai dan laut. Kemampuan tersebut membantu menjaga kualitas sumber daya air. Kerusakan lahan basah berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

BRIN menjelaskan lahan basah turut berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim. Kawasan gambut dan mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar. Jika rusak, cadangan karbon dapat terlepas ke atmosfer. Kondisi itu mempercepat pemanasan global dan memperburuk perubahan iklim. Karena itu, perlindungan lahan basah menjadi bagian penting pembangunan berkelanjutan.

Melalui berbagai kegiatan riset, BRIN terus mendorong pengelolaan lahan basah berbasis ilmu pengetahuan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan lingkungan. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat juga dinilai sangat penting. Edukasi mengenai fungsi lahan basah perlu diperluas hingga tingkat daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan basah dapat terus menjadi penjaga siklus air sekaligus penopang kehidupan bagi generasi mendatang.

Related Post