PORTAL RESMI – Sains Kecoa Cyborg Ciptaan Ilmuwan Jepang, Bisa Menyelam 3 Jam

Kecoa Cyborg Ciptaan Ilmuwan Jepang, Bisa Menyelam 3 Jam

Tim ilmuwan dari Jepang dan Singapura berhasil mengembangkan kecoa cyborg yang mampu menyelam hingga tiga jam di bawah air. Inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi peneliti dari Waseda University dan Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada 29 Juni 2026. Teknologi baru tersebut dirancang untuk memperluas kemampuan serangga cyborg menjelajahi lingkungan yang sebelumnya tidak dapat diakses.

Kecoa Madagascar hissing cockroach dipasangi baju selam fleksibel berukuran mini yang dilengkapi generator oksigen. Perangkat itu terdiri dari cangkang kedap air, tabung penyalur oksigen, dan modul pembangkit oksigen berukuran kecil. Oksigen dialirkan langsung menuju spirakel atau saluran pernapasan serangga. Berkat teknologi tersebut, kecoa mampu bertahan dan bergerak di lingkungan minim oksigen, termasuk di bawah air selama maksimal tiga jam. Tanpa alat itu, kecoa hanya mampu bertahan sekitar dua menit sebelum berhenti bergerak.

Selain mampu menyelam, kecoa cyborg tetap dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan sistem elektronik yang terpasang pada tubuhnya. Peneliti berharap teknologi ini dimanfaatkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi bencana. Serangga tersebut juga dinilai efektif menjelajahi pipa sempit, terowongan, hingga reruntuhan bangunan yang sulit dijangkau robot konvensional. Ukurannya yang kecil membuatnya mampu bergerak di ruang terbatas dengan efisien.

Menurut tim peneliti, kecoa cyborg menjadi langkah penting dalam pengembangan robot biohibrida generasi baru. Teknologi ini menggabungkan kemampuan alami serangga dengan perlindungan dan kendali buatan manusia. Pengembangan selanjutnya akan difokuskan pada peningkatan daya tahan dan efisiensi sistem oksigen. Para ilmuwan juga ingin memperluas penggunaan teknologi tersebut untuk inspeksi infrastruktur, penelitian lingkungan, hingga misi penyelamatan di kawasan berbahaya.

Related Post