Tim ilmuwan internasional menemukan spesies baru hiu hantu atau ghost shark di perairan dalam Samudra Pasifik. Hewan tersebut termasuk kelompok chimaera, kerabat jauh hiu dan pari yang hidup di dasar laut. Penemuan dilakukan melalui ekspedisi kelautan menggunakan kendaraan bawah laut dan analisis spesimen. Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah setelah melalui identifikasi morfologi dan pemeriksaan DNA. Temuan ini menambah daftar keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi di lautan dalam.
Spesies baru tersebut hidup pada kedalaman ratusan hingga lebih dari seribu meter. Lingkungan itu memiliki tekanan tinggi, suhu rendah, dan hampir tidak mendapat cahaya matahari. Hiu hantu memiliki mata besar, sirip lebar, serta tubuh berwarna pucat yang membantunya beradaptasi. Hewan ini memanfaatkan sensor elektroreseptor untuk mendeteksi mangsa di dasar laut yang gelap. Adaptasi tersebut membuatnya mampu bertahan di habitat ekstrem.
Peneliti menjelaskan hiu hantu bukanlah hiu sejati meski memiliki hubungan evolusi yang sangat dekat. Kelompok chimaera telah menghuni lautan sejak lebih dari 300 juta tahun lalu. Mereka umumnya memakan krustasea, moluska, dan ikan kecil yang hidup di dasar laut. Karena jarang terlihat manusia, banyak aspek perilaku dan reproduksinya masih menjadi misteri bagi ilmuwan.
Penemuan spesies baru ini menunjukkan bahwa ekosistem laut dalam masih menyimpan banyak organisme yang belum dikenal. Kemajuan teknologi eksplorasi memungkinkan ilmuwan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diteliti. Para ahli menilai penelitian lanjutan penting untuk memahami peran hiu hantu dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Informasi tersebut juga mendukung upaya konservasi spesies laut dalam yang rentan terhadap perubahan lingkungan.
Ilmuwan berharap penemuan ini meningkatkan perhatian terhadap pentingnya perlindungan laut dalam. Aktivitas seperti penangkapan ikan berlebihan dan eksplorasi dasar laut berpotensi mengganggu habitat spesies langka. Dengan penelitian yang berkelanjutan, semakin banyak misteri kehidupan di kedalaman samudra dapat terungkap. Temuan ini sekaligus memperlihatkan masih luasnya kekayaan hayati yang belum sepenuhnya dipahami manusia.
