Ruang hampa yang terlihat kosong ternyata dapat memengaruhi perilaku cahaya. Temuan terbaru memberikan bukti kuat mengenai fenomena bernama vacuum birefringence.
Fenomena tersebut diprediksi hampir 90 tahun lalu oleh Werner Heisenberg dan Hans Euler. Dalam kondisi medan magnet sangat kuat, ruang hampa dapat membuat cahaya mengalami perubahan polarisasi. Efek ini muncul akibat interaksi cahaya dengan partikel virtual dalam medan kuantum.
Para ilmuwan mempelajari magnetar bernama 1E 1547-5408 menggunakan data dari satelit NASA Imaging X-ray Polarimetry Explorer atau IXPE. Magnetar merupakan bintang neutron dengan medan magnet ekstrem. Radiasi sinar-X dari objek tersebut menunjukkan tingkat polarisasi hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan perkiraan tanpa efek tersebut.
Arah polarisasi sinar-X juga terlihat sejajar dengan medan magnet magnetar. Pola tersebut menjadi petunjuk penting bahwa medan magnet ekstrem dapat mengubah sifat optik ruang hampa. Dengan kata lain, ruang kosong dapat bertindak seperti medium yang memengaruhi perjalanan cahaya.
Dalam fisika kuantum, ruang hampa bukan berarti tidak memiliki aktivitas sama sekali. Teori medan kuantum menjelaskan adanya fluktuasi medan elektromagnetik pada kondisi vakum. Fluktuasi tersebut telah dikaitkan dengan berbagai fenomena, termasuk emisi spontan dan efek Casimir.
Temuan terbaru ini penting karena memberikan cara baru untuk menguji prediksi fisika kuantum dalam lingkungan ekstrem. Pengamatan magnetar juga membantu ilmuwan memahami bagaimana hukum fisika bekerja ketika medan magnet mencapai kekuatan luar biasa. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memperkuat pengukuran dan memastikan hasil tersebut.
