Tim ilmuwan internasional menemukan molekul gula alami bernama erythrulose di dekat pusat Galaksi Bima Sakti. Erythrulose merupakan gula yang secara alami ditemukan pada buah rasberi dan beberapa jenis tanaman. Penemuan itu dilakukan pada awan molekul G+0.693-0.027 yang berada dekat pusat galaksi. Hasil riset dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada 13 Juli 2026. Penelitian dipimpin astrofisikawan Dr. Izaskun JimĂ©nez-Serra dari Centro de AstrobiologĂa, Spanyol.
Molekul tersebut terdeteksi menggunakan teleskop radio yang mengamati sinyal kimia di ruang antarbintang. Awan gas G+0.693-0.027 dikenal kaya akan molekul organik yang menjadi bahan dasar pembentukan kehidupan. Penemuan erythrulose menjadi deteksi pertama gula tersebut di ruang antarbintang. Temuan itu menunjukkan senyawa organik kompleks dapat terbentuk bahkan sebelum lahirnya bintang dan planet.
Para peneliti menjelaskan erythrulose termasuk kelompok monosakarida yang berperan dalam proses kimia biologis. Meski bukan bukti adanya kehidupan, molekul itu menjadi petunjuk penting mengenai evolusi senyawa organik di alam semesta. Ilmuwan meyakini molekul seperti ini dapat terbawa komet atau meteorit menuju planet muda. Proses tersebut diduga ikut menyumbang bahan pembentuk kehidupan di Bumi purba.
Penemuan tersebut memperkuat teori bahwa unsur kimia penting bagi kehidupan tersebar luas di galaksi. Sebelumnya, para ilmuwan juga telah menemukan berbagai alkohol, asam amino, dan senyawa organik lain di ruang antarbintang. Kehadiran gula alami menambah daftar molekul kompleks yang berhasil diidentifikasi di luar Tata Surya. Para peneliti berharap penelitian lanjutan dapat mengungkap proses pembentukan molekul organik yang menjadi cikal bakal kehidupan di alam semesta.
