Peredaran narkotika terus berkembang dengan modus yang semakin sulit dikenali masyarakat. Salah satunya memanfaatkan cairan vape untuk menyamarkan zat terlarang dan menyasar generasi muda. BNN mengingatkan pola tersebut menjadi ancaman serius karena vape populer di kalangan remaja. Cairan mengandung narkotika dapat terlihat menyerupai produk vape biasa sehingga sulit dikenali tanpa pemeriksaan.
Penyuluh Narkotika Ahli Muda Anggita Ariati mengungkap persoalan tersebut di RRI Makassar pada 22 Juli 2026. Menurutnya, peredaran narkotika kini telah menyasar kelompok usia sekolah dengan memanfaatkan tren gaya hidup. Narkotika sintetis dapat dimasukkan dalam cairan vape yang kemudian digunakan melalui perangkat rokok elektronik. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan edukasi bagi pelajar, orang tua, dan lingkungan sekolah.
Ancaman serupa sebelumnya menjadi perhatian BNN Sumatera Selatan pada April 2026. Kepala BNN Sumsel Hisar Siallagan mengatakan sindikat terus berinovasi menggunakan cairan rokok elektronik. BNN Sumsel kemudian meningkatkan edukasi agar masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan vape. Orang tua juga diminta lebih jeli mengawasi penggunaan rokok elektronik dalam lingkungan keluarga.
Kasus nyata juga terungkap di Medan pada 19 Mei 2026. Polda Sumatera Utara menangkap seorang mahasiswa terkait dugaan peredaran cairan vape mengandung etomidate. Polisi menemukan 12 paket cairan vape yang diduga mengandung zat tersebut. Kasus itu menunjukkan penyalahgunaan vape bukan sekadar kekhawatiran, tetapi telah ditemukan dalam penindakan aparat.
BPOM turut memperingatkan munculnya narkoba generasi baru dan kamuflase melalui vape. Ancaman mencakup new psychoactive substances yang dirancang menyerupai efek narkotika konvensional. Pengawasan harus berjalan bersama edukasi agar generasi muda memahami risiko produk yang tidak diketahui kandungannya. Sekolah dan keluarga berperan penting mendeteksi perubahan perilaku serta mencegah penyalahgunaan sejak dini.
