Ice facial menjadi salah satu tren perawatan wajah yang banyak dilakukan untuk mendapatkan sensasi kulit lebih segar. Caranya sederhana, yakni memberikan paparan dingin pada wajah menggunakan es atau alat khusus berbasis suhu rendah. Efek dingin dapat membuat pembuluh darah di permukaan kulit menyempit sementara sehingga wajah terlihat lebih segar dan bengkak ringan tampak berkurang.
Meski begitu, efek tersebut umumnya bersifat sementara. Kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan sensasi menenangkan pada kulit, tetapi tidak berarti es mampu mengecilkan pori-pori secara permanen atau membuat kulit benar-benar lebih kencang. Klaim bahwa mengoleskan es ke wajah dapat memberikan efek anti-aging jangka panjang juga belum memiliki dasar kuat.
Penggunaan es secara langsung juga perlu diperhatikan. Suhu yang terlalu dingin dan kontak terlalu lama dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, kulit kering, bahkan cedera akibat dingin. Karena itu, es sebaiknya tidak ditempelkan langsung ke kulit dalam waktu lama. Gunakan kain tipis sebagai pembungkus dan lakukan secara perlahan.
Pemilik kulit sensitif atau yang sedang mengalami iritasi sebaiknya lebih berhati-hati. Kondisi kulit tertentu juga dapat menjadi lebih tidak nyaman ketika terkena perubahan suhu secara ekstrem. Jika muncul rasa terbakar, nyeri, mati rasa, atau kemerahan yang tidak kunjung mereda, hentikan penggunaannya.
Pada akhirnya, ice facial boleh dilakukan sebagai pelengkap rutinitas perawatan, terutama jika tujuannya memberikan sensasi dingin dan membantu mengurangi bengkak sementara. Namun, jangan menjadikannya sebagai pengganti perawatan dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan memakai tabir surya. Untuk masalah kulit yang menetap, konsultasi dengan dokter kulit tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.
