Indonesia mengawali kiprah impresif pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia. Tim Merah Putih mengoleksi tiga medali dari nomor speed. Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi penyumbang medali emas pada nomor speed individu putri. Atlet asal Bali itu mencatatkan waktu 6,54 detik di babak final. Catatan tersebut mengungguli Natalia Kalucka dari Polandia yang meraih perak dengan waktu 6,62 detik.
Selain emas Desak Made, Indonesia juga meraih medali perunggu melalui Raharjati Nursamsa pada nomor speed individu putra. Sementara itu, pasangan Antasyafi Robby Al Hilmi dan Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan medali perak pada nomor speed estafet campuran. Keduanya mencatatkan waktu 11,48 detik di final. Mereka finis di belakang pasangan Amerika Serikat, Samuel Watson dan Emma Hunt, yang meraih emas dengan waktu 10,89 detik.
Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia, Fitriyani, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet. Menurutnya, tiga medali tersebut menjadi hasil kerja keras atlet dan tim pelatih. Indonesia juga masih memiliki peluang menambah koleksi medali pada nomor estafet putra dan putri yang digelar pada hari terakhir kompetisi. Tim nasional menurunkan tujuh atlet dalam seri Krakow yang berlangsung pada 3 hingga 5 Juli 2026.
Hasil di Krakow mempertegas konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan dunia pada nomor speed. Prestasi Desak Made dan rekan-rekannya diharapkan menjadi modal positif menghadapi seri berikutnya. Keberhasilan tersebut juga memperkuat peluang Indonesia bersaing dalam perebutan gelar keseluruhan World Climbing Series 2026.
