Marc Marquez menegaskan ambisi terbesarnya bukan mengejar rekor di MotoGP. Pembalap Ducati Lenovo Team itu ingin menikmati setiap momen pada sisa kariernya. Meski berpeluang menyamai bahkan melampaui sejumlah rekor legenda balap, Marquez mengaku tidak ingin menjadikan catatan statistik sebagai target utama. Menurutnya, menikmati balapan jauh lebih penting dibandingkan terus memikirkan pencapaian pribadi. Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya memperpanjang kontrak bersama Ducati.
Marquez mengatakan banyak atlet mengakhiri karier dengan rasa kecewa terhadap olahraga yang mereka cintai. Kondisi tersebut biasanya dipengaruhi cedera, tekanan, dan hasil yang tidak sesuai harapan. Karena itu, pembalap berusia 33 tahun tersebut ingin menikmati setiap musim yang masih dijalaninya. Ia juga belum memastikan apakah kontrak barunya bersama Ducati akan menjadi yang terakhir dalam karier MotoGP. Namun, ia berharap dapat mengenang tahun-tahun terakhirnya dengan perasaan bangga dan bahagia.
Saat ini, Marquez hanya membutuhkan satu gelar MotoGP lagi untuk menyamai delapan gelar kelas utama milik Giacomo Agostini. Ia juga semakin mendekati rekor kemenangan milik Valentino Rossi. Meski peluang mencetak sejarah terbuka lebar, Marquez menegaskan fokusnya tetap memberikan kemampuan terbaik di setiap balapan. Urusan rekor akan menjadi konsekuensi dari kerja keras, bukan tujuan utama yang harus dikejar.
Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang Marquez setelah melewati berbagai cedera sepanjang kariernya. Kini, ia lebih menghargai kesempatan untuk tetap bersaing di lintasan bersama para pembalap terbaik dunia. Selama masih mampu tampil kompetitif, Marquez ingin terus menikmati MotoGP dengan semangat yang sama seperti saat pertama kali mengawali kariernya di kelas utama.
