PORTAL RESMI – Trend Parfum Genderless Makin Digemari, Mengapa Aroma Tak Lagi Punya Label Cowok atau Cewek?

Parfum Genderless Makin Digemari, Mengapa Aroma Tak Lagi Punya Label Cowok atau Cewek?

Parfum genderless semakin digemari seiring berubahnya cara pandang konsumen terhadap wewangian. Jika dulu aroma kayu identik dengan pria dan bunga identik dengan wanita, kini batas tersebut mulai memudar. Banyak orang memilih parfum berdasarkan karakter, suasana hati, dan aktivitas sehari-hari. Tren ini terlihat semakin jelas dalam berbagai pameran kecantikan, termasuk Jakarta X Beauty (JXB) 2026. Pelaku industri pun mulai menghadirkan parfum yang dapat digunakan siapa saja tanpa membedakan gender.

Sejumlah merek lokal mengaku sejak awal tidak membagi koleksi parfumnya menjadi kategori pria atau wanita. Mereka lebih menonjolkan karakter aroma seperti woody, citrus, gourmand, floral, hingga earthy. Menurut pelaku industri, konsumen kini lebih berani mencoba aroma yang sebelumnya dianggap tidak sesuai dengan stereotip gender. Tidak sedikit perempuan menyukai aroma woody, sementara banyak pria memilih parfum bernuansa vanila atau floral yang lebih lembut. Pergeseran selera ini membuat label gender pada parfum semakin kehilangan relevansinya.

Para ahli menyebut parfum pada dasarnya merupakan bentuk ekspresi diri. Tidak ada aturan ilmiah yang menyatakan aroma tertentu hanya cocok untuk laki-laki atau perempuan. Label “parfum pria” dan “parfum wanita” lebih banyak digunakan sebagai strategi pemasaran. Karena itu, konsumen kini lebih fokus memilih parfum berdasarkan kenyamanan, kepribadian, dan momen penggunaannya dibanding mengikuti kategori tertentu.

Tren parfum genderless diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Produsen semakin berlomba menciptakan aroma yang fleksibel dan mudah diterima berbagai kalangan. Pendekatan tersebut memberi kebebasan bagi konsumen untuk menemukan identitas melalui wewangian pilihan mereka. Bagi banyak orang, parfum kini bukan lagi soal gender, melainkan cerminan karakter dan gaya hidup.

Related Post