Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, mengaku kecewa setelah mengalami masalah teknis saat Formula 1 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu, 5 Juli. Kerusakan pada pelindung sayap roda kiri depan membuat performa mobilnya menurun drastis. Padahal, pembalap asal Italia itu sempat berada dalam persaingan untuk memperebutkan kemenangan. Insiden tersebut membuat Antonelli akhirnya finis di posisi ke-15 setelah menerima penalti lima detik.
Masalah mulai muncul pada lap ke-41 ketika pelindung roda kiri depan mobil Mercedes terlepas. Kerusakan itu membuat Antonelli kesulitan mengendalikan mobil, terutama saat bermanuver di tikungan. Meski sempat masuk pit, tim tidak dapat mengatasi masalah secara penuh. Kondisi mobil yang sulit dikendalikan juga membuatnya melanggar batas lintasan hingga dijatuhi hukuman tambahan.
Antonelli mengaku sulit menerima hasil tersebut karena merasa memiliki peluang besar untuk menang. Ia mengatakan balapan berubah dari situasi yang menjanjikan menjadi sangat mengecewakan. Sebelumnya, ia berhasil meraih pole position dan memenangi sprint race di Silverstone. Namun, kerusakan teknis menghapus peluang meraih hasil maksimal pada balapan utama.
Bos Mercedes, Toto Wolff, mengambil tanggung jawab atas kegagalan tersebut. Menurutnya, kerusakan komponen mobil menjadi penyebab utama Antonelli kehilangan kesempatan meraih poin penting. Wolff bahkan menilai pembalap berusia 19 tahun itu berpeluang mengejar dan mengalahkan Charles Leclerc sebelum masalah teknis terjadi. Mercedes memastikan akan mengevaluasi penyebab kerusakan agar tidak terulang pada seri berikutnya.
Hasil di Silverstone menjadi pukulan bagi Antonelli dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026. Ia gagal mencetak poin untuk kedua kalinya dalam tiga balapan terakhir sehingga keunggulannya di klasemen semakin menipis. Meski demikian, Antonelli menegaskan tetap optimistis dan menjadikan hasil buruk di GP Inggris sebagai motivasi untuk bangkit pada balapan berikutnya.
