Sebuah penelitian menggunakan pendekatan matematika mencoba menjelaskan mengapa kanibalisme tidak pernah menjadi strategi yang bertahan dalam jangka panjang pada populasi manusia maupun banyak spesies. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik tersebut membawa lebih banyak kerugian dibanding keuntungan bagi kelangsungan suatu populasi.
Melalui pemodelan matematis, para ilmuwan menghitung dampak kanibalisme terhadap jumlah individu dalam sebuah kelompok. Meski dapat memberikan sumber makanan sesaat ketika kondisi sangat sulit, praktik tersebut justru mengurangi jumlah anggota populasi yang dibutuhkan untuk berkembang biak. Akibatnya, peluang populasi bertahan dalam jangka panjang menjadi lebih kecil.
Selain mengurangi ukuran populasi, kanibalisme juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Pada manusia dan beberapa hewan, mengonsumsi individu dari spesies yang sama dapat mempermudah penularan patogen tertentu. Faktor tersebut membuat praktik kanibalisme menjadi strategi yang kurang menguntungkan dari sudut pandang evolusi.
Para peneliti menjelaskan bahwa perilaku kanibalisme memang ditemukan pada sejumlah spesies hewan. Namun, perilaku tersebut umumnya hanya muncul dalam kondisi tertentu, seperti kekurangan makanan, persaingan ekstrem, atau perlindungan terhadap keturunan. Kanibalisme bukan menjadi pola hidup utama dalam populasi yang stabil.
Model matematika tersebut memperkuat teori bahwa seleksi alam lebih menguntungkan perilaku yang mendukung kerja sama dan keberlangsungan populasi. Kelompok yang mampu menjaga jumlah individu dan meningkatkan peluang reproduksi memiliki kesempatan bertahan lebih besar dibanding kelompok yang mengandalkan kanibalisme.
Temuan ini menunjukkan bagaimana matematika dapat membantu menjelaskan proses evolusi dan perilaku makhluk hidup. Dengan menggabungkan data biologis dan pemodelan ilmiah, peneliti dapat memahami alasan suatu perilaku bertahan atau menghilang dari waktu ke waktu. Kanibalisme pun dipandang sebagai strategi yang tidak menguntungkan untuk kelangsungan populasi dalam jangka panjang.
