Sebuah gunung es raksasa di lepas pantai Ilulissat, Greenland, terbalik secara tiba-tiba dan memicu gelombang besar yang terekam kamera. Peristiwa tersebut terjadi pada 25 Juli 2026 dan memperlihatkan bongkahan es berputar hingga memperlihatkan bagian bawahnya. Meski menghasilkan gelombang kuat dan semburan air, tidak ada laporan korban maupun kerusakan akibat kejadian tersebut.
Fenomena gunung es terbalik atau iceberg capsizing terjadi ketika distribusi massa es berubah akibat pencairan. Saat posisi lama tidak lagi stabil, gunung es akan berputar mencari keseimbangan baru. Proses ini dapat melepaskan energi dalam jumlah besar sehingga memicu gelombang yang menyebar ke sekitarnya.
Peristiwa berlangsung di dekat Ilulissat Icefjord, kawasan Warisan Dunia UNESCO yang dikenal sebagai salah satu penghasil gunung es terbesar di Greenland. Wilayah tersebut memang sering mengalami pelepasan gunung es dari gletser, sehingga fenomena seperti ini bukan hal yang langka. Namun, ukuran gunung es yang sangat besar membuat kejadian kali ini menarik perhatian luas.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa gelombang akibat gunung es yang terbalik dapat berbahaya bagi kapal kecil dan orang yang berada terlalu dekat. Karena itu, wisatawan dan operator kapal selalu diimbau menjaga jarak aman dari gunung es, sebab proses terbalik dapat terjadi tanpa tanda-tanda yang jelas.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa kawasan kutub terus mengalami perubahan akibat mencairnya lapisan es. Pencairan tersebut dapat meningkatkan frekuensi pelepasan gunung es dan mengubah dinamika perairan di sekitar Greenland. Para peneliti terus memantau proses tersebut untuk memahami dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan pelayaran.
Meski video gunung es terbalik terlihat dramatis, peristiwa ini berbeda dengan tsunami besar yang dipicu longsoran atau runtuhan gunung. Gelombang yang dihasilkan umumnya bersifat lokal, tetapi tetap dapat membahayakan jika terjadi di dekat kapal atau garis pantai. Karena itu, otoritas setempat terus mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati gunung es yang tampak tidak stabil.
