Arsenal berpotensi terkena dampak aturan baru Liga Inggris terkait penggunaan handuk saat melakukan lemparan ke dalam. Aturan tersebut melarang pemain menggunakan handuk untuk mengeringkan bola sebelum lemparan. Perubahan ini menjadi perhatian karena Arsenal mengembangkan lemparan jauh sebagai bagian dari strategi bola mati.
Mikel Arteta mengakui larangan tersebut dapat memengaruhi persiapan timnya. Arsenal sebelumnya mengandalkan pemain seperti Ben White dan Declan Rice untuk melakukan lemparan jauh. Bola yang lebih kering membantu pemain mendapatkan cengkeraman lebih baik saat melakukan lemparan. Arteta bahkan bercanda bahwa pemainnya mungkin perlu memakai topi untuk mengeringkan tangan.
Namun, aturan baru tidak secara khusus melarang lemparan jauh. Perubahan Law 15 justru memperkenalkan hitungan visual lima detik ketika tim sengaja menunda lemparan. Jika waktu habis, lemparan diberikan kepada lawan dari posisi yang sama. Protokol tersebut bertujuan mengurangi pemborosan waktu dan menjaga tempo pertandingan.
Menariknya, lemparan jauh sebagai bagian dari skema bola mati mendapat pengecualian tertentu. Hitungan lima detik tidak otomatis diterapkan ketika tim sedang menyiapkan lemparan jauh. Wasit tetap dapat memulai hitungan setelah seluruh pemain siap. Karena itu, Arsenal masih bisa mempertahankan skema tersebut.
Perubahan aturan tersebut mulai berlaku pada musim Liga Inggris 2026/2027. Arsenal perlu beradaptasi dengan hilangnya fasilitas handuk tersebut. Meski demikian, senjata lemparan jauh The Gunners belum sepenuhnya hilang. Efektivitasnya akan bergantung pada kemampuan pemain beradaptasi dengan kondisi bola dan penerapan wasit.
