Tren menempelkan kompres es pada ketiak untuk meredakan kecemasan mulai ramai dibicarakan di media sosial. Metode tersebut diklaim membantu tubuh lebih tenang ketika seseorang mengalami cemas atau overthinking. Sensasi dingin disebut dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stres. Namun, metode ini bukan pengobatan utama untuk gangguan kecemasan.
Paparan dingin memang digunakan dalam beberapa teknik pengaturan emosi untuk membantu menurunkan respons fisiologis. Sebuah laporan kasus medis mencatat penggunaan kompres es sebagai bagian dari penanganan stres pasien. Psikiater dalam laporan tersebut menyarankan kompres es untuk membantu stimulasi saraf vagus. Tujuannya mendukung sistem saraf parasimpatis dan membantu mengurangi respons stres.
Namun, klaim bahwa menempelkan es tepat pada ketiak secara khusus dapat menyembuhkan kecemasan belum memiliki bukti klinis kuat. Efek yang dirasakan kemungkinan berkaitan dengan respons tubuh terhadap rangsangan dingin. Sensasi tersebut juga dapat mengalihkan perhatian dari pikiran yang memicu kecemasan. Karena itu, manfaatnya lebih tepat dianggap sebagai teknik penenangan sementara.
Penggunaan es juga perlu dilakukan dengan aman agar tidak menyebabkan cedera kulit. Es sebaiknya dibungkus menggunakan kain sebelum ditempelkan pada tubuh. Hindari menempelkan es langsung pada kulit dalam waktu lama. Paparan suhu sangat dingin berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi hingga kerusakan jaringan kulit.
Psikiater dan tenaga kesehatan tetap menganjurkan penanganan profesional ketika kecemasan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Teknik relaksasi, pernapasan, aktivitas fisik, dan terapi psikologis memiliki pendekatan yang lebih terstruktur. Obat juga dapat diberikan dokter ketika memang diperlukan berdasarkan kondisi pasien. Kompres dingin dapat menjadi strategi tambahan, tetapi bukan pengganti pemeriksaan atau terapi profesional.
