Penelitian terbaru mengungkap air lelehan di permukaan es dapat mempercepat pergerakan gletser di Antartika menuju laut. Selama ini, ilmuwan lebih banyak mengaitkan pencairan es dengan kenaikan permukaan laut. Namun, studi tersebut menunjukkan air lelehan juga memengaruhi laju pergeseran lapisan es. Air yang masuk melalui retakan mampu mencapai dasar gletser. Kondisi itu membuat gesekan dengan batuan berkurang sehingga gletser bergerak lebih cepat.
Para peneliti menemukan fenomena tersebut setelah memantau perubahan lapisan es menggunakan citra satelit dan instrumen pemantauan lapangan. Air lelehan mengalir melalui celah-celah es hingga mencapai dasar gletser. Lapisan air tersebut bertindak seperti pelumas yang mengurangi hambatan saat gletser bergerak. Akibatnya, massa es lebih cepat mengalir menuju lautan. Proses tersebut berpotensi mempercepat hilangnya cadangan es di Antartika.
Percepatan aliran gletser menjadi perhatian karena Antartika menyimpan sekitar 90 persen cadangan es dunia. Jika lapisan es terus mencair dan bergerak lebih cepat ke laut, permukaan air laut berpotensi meningkat. Dampak tersebut dapat memengaruhi wilayah pesisir di berbagai negara. Para ilmuwan juga mengingatkan perubahan iklim menjadi faktor utama yang meningkatkan pembentukan air lelehan. Suhu udara yang lebih hangat memperbesar risiko pencairan es permukaan.
Penelitian mengenai dinamika gletser terus dilakukan untuk meningkatkan akurasi prediksi kenaikan permukaan laut. Data terbaru akan digunakan dalam pengembangan model iklim global. Informasi tersebut membantu pemerintah menyusun strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Para ilmuwan menegaskan pemantauan Antartika harus terus diperkuat. Langkah itu penting untuk memahami perubahan yang terjadi di kawasan kutub secara lebih menyeluruh.
