Liquid lipstick kembali menjadi salah satu produk kecantikan populer sepanjang 2026. Format cair diminati karena praktis dan menawarkan warna intens. Banyak produk juga menawarkan ketahanan lama serta kemampuan transferproof. Tren tersebut terlihat dari banyaknya pilihan liquid lipstick di pasar kecantikan tahun ini.
Popularitas liquid lipstick didorong kebutuhan konsumen terhadap riasan bibir yang tahan lama. Produk ini biasanya menggunakan aplikator untuk membantu menghasilkan sapuan lebih presisi. Pilihan hasil akhirnya juga semakin beragam, termasuk matte, satin, hingga glossy. Konsumen dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan harian dan gaya riasan masing-masing.
Tren pasar 2026 menunjukkan konsumen mempertimbangkan warna, ketahanan, dan klaim transferproof sebelum membeli liquid lipstick. Data tren SaleHoo mencatat minat pencarian produk tersebut mengalami peningkatan baru-baru ini. Permintaan juga diperkirakan mencapai puncak musiman pada Desember. Rentang harga sekitar 7 hingga 12 dolar AS turut membuat produk mudah dibeli berulang.
Di Indonesia, liquid lipstick juga berkembang seiring pengaruh kreator kecantikan dan media sosial. Konsumen banyak mencari hasil riasan yang terlihat menarik sekaligus bertahan lama. Laporan pasar 2026 menyebut kategori ini mengungguli lipstik konvensional dan lip gloss selama lima tahun terakhir. Kelompok perempuan perkotaan berusia 18 sampai 35 tahun menjadi pasar penting kategori tersebut.
Namun, klaim liquid lipstick menguasai 60 persen pembelian lipstik pada 2026 belum memiliki sumber kuat yang terverifikasi. Data yang ditemukan memang menunjukkan pertumbuhan dan popularitas kategori tersebut. Angka 60 persen sebaiknya tidak digunakan sebagai fakta tanpa laporan penjualan atau riset pasar yang jelas. Tren produk bibir juga terus berubah, termasuk meningkatnya lip stain dan tampilan glossy pada 2026.
