PORTAL RESMI – Sains Penelitian 25 Tahun Ungkap Misteri Anjing Hantu Amazon

Penelitian 25 Tahun Ungkap Misteri Anjing Hantu Amazon

Penelitian selama 25 tahun berhasil mengungkap lebih banyak fakta tentang anjing telinga pendek (Atelocynus microtis), satwa langka yang dijuluki “anjing hantu Amazon”. Julukan tersebut muncul karena hewan ini sangat sulit ditemukan di alam liar. Studi terbaru menunjukkan bahwa populasinya kemungkinan lebih besar daripada perkiraan sebelumnya, meski tetap tergolong sulit dijumpai.

Tim peneliti mengumpulkan data dari ratusan kamera jebak yang dipasang di hutan Amazon, terutama di Bolivia dan Peru. Selama hampir seperempat abad, kamera tersebut merekam ratusan kemunculan anjing telinga pendek. Hasil ini menjadi kumpulan data terbesar yang pernah diperoleh untuk spesies tersebut.

Penelitian menemukan bahwa anjing hantu lebih sering beraktivitas pada siang hari dan hampir selalu berada di hutan yang masih utuh. Satwa ini juga lebih banyak terekam di kawasan lindung dan wilayah adat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kelestarian hutan menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup spesies ini.

Anjing telinga pendek merupakan satu-satunya anggota genus Atelocynus dan hanya hidup secara alami di kawasan Amazon. Meski jumlahnya diperkirakan lebih banyak dari dugaan sebelumnya, spesies ini tetap menghadapi ancaman serius. Deforestasi dan hilangnya habitat menjadi risiko utama bagi keberlangsungan populasinya.

Para ilmuwan berharap hasil penelitian ini dapat membantu upaya konservasi di masa depan. Informasi mengenai persebaran, perilaku, dan habitat satwa tersebut menjadi dasar penyusunan strategi perlindungan yang lebih efektif. Penelitian juga menunjukkan pentingnya penggunaan kamera jebak dalam mempelajari satwa liar yang sulit diamati secara langsung.

Temuan ini mengubah pandangan ilmuwan terhadap salah satu mamalia paling misterius di Amazon. Meski masih menyimpan banyak teka-teki, “anjing hantu” kini tidak lagi sepenuhnya menjadi misteri. Penelitian jangka panjang membuktikan bahwa kesabaran dan teknologi dapat membuka tabir kehidupan satwa liar yang selama ini tersembunyi.

Related Post