Gunung api bawah laut Fani Maoré di lepas pantai Pulau Mayotte kembali menarik perhatian ilmuwan setelah mengungkap petunjuk tentang masa awal pembentukan Bumi dan Bulan. Analisis terbaru terhadap sampel lava menunjukkan adanya jejak mineral purba yang berasal dari samudra magma Bumi. Samudra magma tersebut diyakini terbentuk setelah tumbukan raksasa yang juga melahirkan Bulan sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Temuan ini memberi bukti baru bahwa sebagian material dari masa awal Bumi masih tersimpan jauh di dalam mantel. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature dan dipimpin tim ilmuwan internasional.
Gunung api Fani Maoré ditemukan pada 2018 setelah rangkaian gempa mengguncang wilayah Mayotte di Samudra Hindia. Letaknya sekitar 50 kilometer di timur Pulau Mayotte dengan kedalaman lebih dari 3.000 meter. Para peneliti menganalisis 13 sampel lava dari letusan bawah laut tersebut. Mereka menemukan jejak mineral bridgmanite yang diduga berasal dari mantel Bumi paling awal. Mineral itu sebelumnya diperkirakan telah hilang akibat proses geologi selama miliaran tahun.
Menurut para peneliti, keberadaan material purba tersebut mendukung teori bahwa mantel Bumi masih menyimpan sisa samudra magma awal. Samudra magma terbentuk ketika Bumi mengalami tumbukan besar dengan objek seukuran Mars. Peristiwa itu dipercaya menghasilkan material yang kemudian membentuk Bulan. Lava dari Fani Maoré diduga membawa material tersebut ke permukaan melalui aktivitas vulkanik yang sangat dalam. Temuan itu membuka peluang baru untuk mempelajari sejarah awal pembentukan planet kita.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa gunung api bawah laut dapat menjadi jendela untuk memahami evolusi Bumi. Fani Maoré menjadi salah satu laboratorium alam paling penting bagi ilmu kebumian modern. Para ilmuwan berharap penelitian lanjutan mampu mengungkap lebih banyak informasi tentang lapisan mantel terdalam. Penemuan tersebut juga membantu menjelaskan proses geologi yang terjadi setelah Bulan terbentuk. Hasil riset itu dinilai menjadi langkah penting dalam memahami asal-usul Bumi dan satelit alaminya.
