Fenomena ribuan hingga jutaan udang yang muncul ke permukaan sungai di Kalimantan Selatan menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk menangkap udang dengan jaring maupun tangan. Meski terlihat menguntungkan, para ahli mengingatkan fenomena ini bukanlah kejadian yang normal. Kemunculan udang secara massal justru dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kondisi perairan.
Menurut penjelasan para pakar, udang dapat naik ke permukaan ketika kualitas air mengalami perubahan drastis. Penurunan kadar oksigen terlarut menjadi salah satu penyebab yang paling umum. Selain itu, perubahan suhu, peningkatan kadar limbah, hingga pencemaran juga dapat memicu perilaku tersebut. Dalam kondisi tertentu, udang berusaha mencari lapisan air yang memiliki kandungan oksigen lebih tinggi agar tetap bertahan hidup.
Fenomena serupa pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia. Kondisi itu biasanya mendorong pemerintah dan peneliti melakukan pemeriksaan kualitas air. Pengujian meliputi kadar oksigen, tingkat keasaman atau pH, suhu, serta kemungkinan adanya zat pencemar. Hasil pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab utama kemunculan udang ke permukaan secara massal.
Masyarakat diimbau tidak hanya melihat fenomena tersebut sebagai kesempatan memperoleh hasil tangkapan melimpah. Kejadian ini juga perlu menjadi perhatian terhadap kesehatan ekosistem sungai. Jika kondisi serupa terus berulang, dampaknya dapat memengaruhi populasi udang dan biota air lainnya. Karena itu, pemantauan kualitas air dan upaya menjaga kebersihan sungai menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
