PORTAL RESMI – Sains Manusia Hobbit Flores Ternyata Bukan Pemburu Gajah, tapi Makan Sisa Komodo

Manusia Hobbit Flores Ternyata Bukan Pemburu Gajah, tapi Makan Sisa Komodo

Manusia Hobbit Flores atau Homo floresiensis diduga tidak berburu gajah purba seperti anggapan selama ini. Kesimpulan tersebut muncul dari studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances. Penelitian menunjukkan manusia purba bertubuh kecil itu kemungkinan lebih sering memanfaatkan sisa mangsa komodo. Temuan tersebut mengubah pandangan ilmuwan mengenai perilaku berburu spesies yang ditemukan di Gua Liang Bua, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Tim peneliti menganalisis fosil tulang Stegodon florensis insularis, kerabat gajah purba berukuran kecil. Bekas gigitan komodo ditemukan pada bagian tubuh yang kaya daging, seperti bahu dan pinggul. Sementara itu, bekas sayatan alat batu milik Homo floresiensis justru berada di bagian yang hanya menyisakan sedikit daging. Temuan tersebut mengindikasikan komodo lebih dahulu menguasai bangkai, kemudian manusia Hobbit memanfaatkan sisa yang masih tersedia.

Penelitian juga tidak menemukan bukti kuat bahwa Homo floresiensis telah menguasai api. Analisis terhadap lebih dari 4.000 tulang hewan di Gua Liang Bua tidak menunjukkan tanda pembakaran. Bukti arang yang sebelumnya dikaitkan dengan manusia Hobbit ternyata berasal dari lapisan tanah yang lebih muda. Lapisan tersebut diperkirakan berasal dari masa ketika Homo sapiens mulai menghuni kawasan itu sekitar 50.000 tahun lalu.

Meski tidak berburu hewan besar atau menguasai api, Homo floresiensis tetap dianggap memiliki kemampuan adaptasi luar biasa. Spesies ini mampu bertahan hidup selama ratusan ribu tahun di Pulau Flores yang terisolasi. Mereka hidup berdampingan dengan komodo dan berbagai satwa purba lainnya dalam lingkungan yang penuh tantangan. Temuan terbaru tersebut membuka peluang penelitian lanjutan mengenai asal-usul dan evolusi manusia Hobbit Flores.

Related Post