Hubungan manusia dengan hewan peliharaan ternyata mungkin memiliki akar evolusi lebih dalam dari perkiraan sebelumnya. Penelitian terbaru menemukan primata dapat membangun hubungan sosial dengan hewan dari spesies berbeda. Mereka bahkan menunjukkan perilaku seperti bermain, merawat, menggendong, dan mengadopsi hewan lain. Temuan tersebut dipimpin peneliti University of Oxford dan dipublikasikan pada Juli 2026.
Peneliti mengumpulkan 427 kasus interaksi sosial antarspesies dari berbagai sumber. Kasus tersebut melibatkan 88 spesies primata dan 127 spesies pasangan interaksi. Sebanyak 55 di antaranya merupakan hewan nonprimata, termasuk mamalia, burung, reptil, amfibi, hingga serangga. Sebanyak 311 kasus terjadi di alam liar, sedangkan 111 lainnya tercatat dalam kondisi penangkaran.
Bentuk interaksi paling umum adalah bermain, yang ditemukan sebanyak 139 kasus. Perilaku grooming atau saling membersihkan tercatat dalam 136 kasus. Primata juga diketahui menggendong atau memelihara kedekatan dengan anjing, burung, rusa, dan babi. Beberapa kasus bahkan memperlihatkan primata mengadopsi individu dari spesies lain.
Namun, peneliti tidak menyimpulkan semua hubungan tersebut sama persis dengan manusia memelihara anjing atau kucing. Istilah hewan peliharaan membutuhkan hubungan stabil dan biasanya memberikan manfaat sosial tanpa tujuan praktis langsung. Sebagian interaksi primata mungkin hanya berupa permainan, rasa ingin tahu, atau hubungan sementara. Karena itu, penelitian tersebut lebih menyoroti kemungkinan dasar evolusioner perilaku memelihara hewan.
Temuan ini membuka perspektif baru mengenai asal-usul kedekatan manusia dengan hewan. Kemampuan membangun hubungan antarspesies mungkin telah berkembang sebelum manusia modern muncul. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui motivasi dan manfaat hubungan tersebut bagi primata. Studi ini sekaligus menunjukkan kehidupan sosial monyet dan kera ternyata jauh lebih kompleks dari dugaan sebelumnya.
