Teleskop Luar Angkasa James Webb menemukan bukti baru mengenai bencana kosmik besar di sekitar Neptunus miliaran tahun lalu. Peneliti mengamati tiga bulan kecil Neptunus, yakni Proteus, Larissa, dan Galatea. Mereka juga menganalisis cincin berdebu yang mengelilingi planet tersebut. Hasil penelitian mengungkap komposisi yang tidak biasa pada objek-objek tersebut.
Webb mendeteksi mineral lempung kaya magnesium pada bulan dan cincin Neptunus. Mineral tersebut biasanya terbentuk setelah batuan berinteraksi dengan air cair dalam waktu lama. Namun, bulan-bulan kecil Neptunus terlalu dingin untuk menghasilkan proses tersebut sendiri. Temuan ini mengindikasikan material berasal dari bagian dalam objek kuno berukuran jauh lebih besar.
Para ilmuwan menduga kehancuran tersebut berkaitan dengan Triton, bulan terbesar Neptunus. Triton diperkirakan awalnya merupakan objek Sabuk Kuiper sebelum ditangkap gravitasi Neptunus. Peristiwa itu kemungkinan terjadi pada masa awal pembentukan Tata Surya. Gravitasi Triton kemudian mengacaukan orbit bulan-bulan asli Neptunus hingga memicu tabrakan besar.
Tabrakan tersebut diduga menghancurkan sejumlah dunia es yang sebelumnya mengorbit Neptunus. Material dari bagian dalam objek kemudian tersebar dan membentuk bulan-bulan kecil serta cincin yang terlihat sekarang. Menariknya, Webb tidak menemukan bukti es air pada tiga bulan tersebut. Kondisi ini cukup mengejutkan karena Neptunus berada di wilayah Tata Surya yang sangat dingin.
Penelitian tersebut memberikan gambaran baru mengenai sejarah sistem Neptunus yang penuh kekerasan. Triton sendiri memiliki orbit berlawanan dengan arah rotasi Neptunus, memperkuat dugaan bahwa bulan itu merupakan objek tangkapan. Sementara Nereid mungkin menjadi salah satu sedikit penyintas dari sistem bulan Neptunus yang lebih awal. Temuan Webb membuka peluang memahami material bagian dalam dunia es yang biasanya tersembunyi dari pengamatan manusia.
