PORTAL RESMI – Olahraga Veda tak percaya dengan “Marquez curse” di Sirkuit Mandalika

Veda tak percaya dengan “Marquez curse” di Sirkuit Mandalika

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengaku tidak percaya dengan anggapan adanya “Marquez curse” di Sirkuit Mandalika. Istilah tersebut muncul setelah Marc Marquez gagal finis pada empat penyelenggaraan MotoGP Indonesia berturut-turut. Terakhir, juara dunia asal Spanyol itu terjatuh ke area gravel pada lap awal MotoGP Indonesia 2025. Veda menyampaikan pandangannya saat ditemui di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Veda menegaskan dirinya dan Mario Suryo Aji tidak terpengaruh oleh anggapan tersebut. Menurutnya, kutukan itu hanya menjadi opini yang berkembang di luar lintasan balap. Ia memilih fokus mempersiapkan diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026. Veda juga menilai pembalap tidak boleh kehilangan konsentrasi karena isu yang belum tentu benar. Baginya, performa di lintasan lebih ditentukan oleh kesiapan dan kemampuan pembalap.

Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu menilai Sirkuit Mandalika memang memiliki tantangan tersendiri. Letaknya yang berada di kawasan pesisir membuat kondisi angin sulit diprediksi. Selain angin, suhu lintasan juga dapat memengaruhi performa pembalap sepanjang balapan. Faktor teknis tersebut dinilai lebih masuk akal dibandingkan mengaitkannya dengan kutukan. Karena itu, pembalap harus mampu beradaptasi dengan karakter lintasan Mandalika.

MotoGP Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit. Mario Aji akan tampil di kelas Moto2 bersama timnya. Sementara itu, Veda akan menjalani balapan kandang sebagai rookie di kelas Moto3. Keduanya diharapkan mampu memberikan hasil terbaik di hadapan pendukung Indonesia. Veda pun memilih fokus pada persiapan dibanding memikirkan mitos yang berkembang di media sosial.

Related Post