Supermarket mewah di New York kini berubah menjadi destinasi kuliner yang ramai diburu. Pengunjung bahkan rela mengantre panjang demi mencoba makanan yang viral di media sosial. Fenomena ini membuat aktivitas belanja kebutuhan sehari-hari terasa seperti pengalaman wisata kuliner.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Meadow Lane di kawasan Tribeca. Supermarket tersebut dibuka pada November 2025 dan langsung menarik perhatian publik. Saat pembukaan, antrean pengunjung bahkan mengular hingga keluar blok. Salah satu menu yang diburu adalah The Tenders, ayam goreng bebas gluten seharga US$17.
Tren serupa juga terlihat di Happier Grocery dan Rigor Hill Market. Happier Grocery menjual brokoli seharga US$7,50 atau sekitar Rp133 ribu. Sementara itu, ayam panggang di Rigor Hill Market dibanderol sekitar US$40 atau Rp707 ribu. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan produk sejenis di supermarket biasa.
Fenomena tersebut semakin kuat berkat peran media sosial. Butterfield Market, misalnya, sempat dipadati pembeli yang ingin mencicipi Dot Cake. Kue dalam wadah tersebut dibanderol US$11 atau sekitar Rp194 ribu. Ratusan video di media sosial membuat pembeli rela mengantre lebih dari satu jam untuk mendapatkannya.
Menurut ahli keuangan dan mantan pastry chef Venus Grimes, konsumen tidak selalu datang untuk belanja bulanan. Mereka lebih tertarik membeli produk tertentu yang sedang ramai diperbincangkan. Produk tersebut kemudian menjadi bagian dari pengalaman dan konten media sosial.
Fenomena ini menunjukkan perubahan fungsi supermarket mewah di New York. Tempat tersebut tidak hanya menawarkan bahan makanan premium, tetapi juga pengalaman dan citra tertentu. Kemasan menarik, desain toko, serta popularitas di media sosial menjadi daya tarik tambahan. Bagi sebagian pengunjung, mengunjungi supermarket populer kini menjadi bagian dari gaya hidup perkotaan.
