PORTAL RESMI – Sains Sisa Roket Falcon 9 Diprediksi Tabrak Bulan 5 Agustus, Ini Dampaknya

Sisa Roket Falcon 9 Diprediksi Tabrak Bulan 5 Agustus, Ini Dampaknya

Sisa roket Falcon 9 diprediksi menghantam permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026. Objek tersebut merupakan tahap atas Falcon 9 dengan massa sekitar 3.900 kilogram. Roket sebelumnya meluncurkan wahana Blue Ghost dan Hakuto-R Resilience pada 15 Januari 2025. Setelah misi peluncuran selesai, tahap roket tetap berada di ruang antara Bumi dan Bulan.

Perhitungan terbaru memperkirakan tabrakan terjadi sekitar pukul 06.34 UTC. Roket diprediksi menghantam kawasan dekat Kawah Einstein dengan kecepatan sekitar 2,43 kilometer per detik. Lokasi tersebut berada pada bagian Bulan yang terkena sinar Matahari saat tabrakan terjadi. Peneliti memperkirakan tumbukan akan menghasilkan kilatan singkat dan membentuk kawah baru.

Dampak lainnya adalah material permukaan Bulan yang terlontar akibat energi tumbukan. Simulasi memperkirakan tirai material dapat mencapai ketinggian sekitar 15 hingga 20 kilometer. Sementara itu, semburan pusat diperkirakan dapat mencapai ketinggian sekitar 75 hingga 100 kilometer. Material juga berpotensi menyebar hingga sekitar 183 kilometer dari titik tumbukan.

Peristiwa ini tidak diperkirakan menimbulkan ancaman terhadap kehidupan di Bumi. Sebaliknya, para ilmuwan melihatnya sebagai kesempatan penelitian yang jarang terjadi. Observatorium dapat mencoba merekam kilatan dan semburan material setelah tabrakan. Data tersebut berguna untuk mempelajari pembentukan kawah dan dinamika debu pada permukaan Bulan.

Tabrakan juga menyoroti persoalan sampah antariksa di kawasan antara Bumi dan Bulan. Aktivitas eksplorasi Bulan terus meningkat melalui misi pemerintah dan perusahaan swasta. Karena itu, pengelolaan tahap roket dan objek bekas misi menjadi perhatian penting. Peristiwa 5 Agustus dapat memberikan data baru untuk memahami risiko tumbukan buatan pada lingkungan Bulan.

Related Post