PORTAL RESMI – Sains Petani Korsel Sulap Drone Jadi ‘Alarm’ Cuaca Panas

Petani Korsel Sulap Drone Jadi ‘Alarm’ Cuaca Panas

Petani di Korea Selatan mulai memanfaatkan drone sebagai sistem peringatan dini menghadapi cuaca panas ekstrem. Teknologi tersebut digunakan untuk memantau suhu lahan pertanian secara real time dari udara. Data yang dikumpulkan membantu petani mengambil langkah cepat sebelum tanaman mengalami kerusakan akibat gelombang panas. Inovasi ini semakin penting karena Korea Selatan beberapa tahun terakhir menghadapi musim panas yang lebih panjang dan suhu yang terus meningkat. Pemerintah setempat juga meningkatkan berbagai upaya adaptasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.

Drone dilengkapi kamera termal dan sensor yang mampu mendeteksi perubahan suhu di area persawahan maupun kebun. Informasi tersebut kemudian dikirim ke perangkat petani sehingga mereka dapat segera mengaktifkan irigasi atau langkah pendinginan lainnya. Teknologi ini membantu mengurangi risiko gagal panen akibat stres panas pada tanaman. Selain memantau suhu, drone juga dapat memeriksa kondisi tanaman dari udara sehingga kerusakan dapat diketahui lebih cepat dibandingkan pemeriksaan manual.

Pemanfaatan drone dinilai lebih efisien dibandingkan pengamatan konvensional, terutama untuk lahan pertanian yang luas. Petani tidak perlu memeriksa setiap sudut kebun secara langsung ketika suhu meningkat. Sistem peringatan dini tersebut juga membantu menghemat penggunaan air karena penyiraman dilakukan hanya pada area yang benar-benar membutuhkan. Sejumlah pemerintah daerah di Korea Selatan terus mendorong penerapan teknologi digital dalam pertanian sebagai bagian dari pengembangan pertanian cerdas atau smart farming.

Gelombang panas yang semakin sering terjadi menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian Korea Selatan. Otoritas cuaca bahkan beberapa kali mengeluarkan peringatan suhu tinggi karena berisiko mengganggu kesehatan masyarakat dan produksi pangan. Kehadiran drone sebagai “alarm” cuaca panas diharapkan membantu petani melindungi hasil panen sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan. Penggunaan teknologi ini juga menunjukkan bagaimana inovasi digital semakin berperan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim global.

Related Post

Satelit Lampung-1 Meluncur 5 Agustus 2026 dari China, Apa Manfaatnya bagi Pembangunan Daerah?Satelit Lampung-1 Meluncur 5 Agustus 2026 dari China, Apa Manfaatnya bagi Pembangunan Daerah?

Satelit Lampung-1 dijadwalkan meluncur pada 5 Agustus 2026 dari China sebagai bagian kerja sama teknologi Pemerintah Provinsi Lampung. Kerja sama melibatkan STAR.VISION Aerospace Ltd. dan Oriental Maritime Space Port di

Ilmuwan Ungkap Alasan Kanibalisme Tak Pernah Bertahan Lewat Model MatematikaIlmuwan Ungkap Alasan Kanibalisme Tak Pernah Bertahan Lewat Model Matematika

Kanibalisme kembali menjadi perhatian setelah ilmuwan mengembangkan model matematika yang menjelaskan mengapa praktik tersebut tidak pernah bertahan lama. Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa kanibalisme hanya menguntungkan dalam kondisi tertentu. Namun, manfaat