Teknologi pemindaian micro-computed tomography (micro-CT) membantu ilmuwan mengungkap kisah mengejutkan tentang manusia purba yang hidup sekitar 100.000 tahun lalu. Penelitian terbaru menemukan bekas luka tusukan pada rahang dan wajah fosil Homo sapiens yang dikenal sebagai Qafzeh 25. Fosil tersebut ditemukan di Gua Qafzeh, Israel, yang menjadi salah satu situs manusia modern paling awal di luar Afrika. Temuan ini memberikan bukti baru mengenai kekerasan antarmanusia pada masa Paleolitikum Tengah. Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada 30 Juni 2026.
Tim peneliti menggunakan analisis mikroskopis dan pemindaian micro-CT beresolusi tinggi untuk memeriksa tengkorak serta rahang bawah fosil tersebut. Mereka menemukan luka berbentuk garis pada sisi kiri rahang yang mengenai tulang dan salah satu gigi premolar. Bentuk luka menunjukkan benda tajam, kemungkinan alat batu, menjadi penyebab cedera tersebut. Analisis tulang juga memperlihatkan tanda penyembuhan, sehingga korban diperkirakan bertahan hidup cukup lama setelah mengalami luka.
Qafzeh 25 merupakan salah satu dari sedikitnya 27 individu yang dimakamkan secara sengaja di Gua Qafzeh. Situs tersebut diperkirakan digunakan antara 145.000 hingga 92.000 tahun lalu. Peneliti sebelumnya telah menemukan dua individu lain dengan cedera akibat benturan benda tumpul. Temuan terbaru memperkuat dugaan bahwa kekerasan antarmanusia telah terjadi sejak awal perkembangan Homo sapiens di luar Afrika. Namun, para ilmuwan belum dapat memastikan motif di balik insiden tersebut.
Menurut peneliti, penggunaan teknologi micro-CT memungkinkan identifikasi luka yang sebelumnya sulit dikenali dengan metode konvensional. Pemindaian ini mampu menampilkan struktur tulang secara rinci tanpa merusak fosil. Hasil penelitian tidak hanya mengungkap bukti kekerasan prasejarah, tetapi juga menunjukkan bahwa manusia purba memiliki kemampuan bertahan hidup setelah mengalami cedera serius. Temuan tersebut memperkaya pemahaman ilmuwan mengenai kehidupan sosial, perawatan terhadap individu terluka, dan perilaku manusia pada masa prasejarah.
