PORTAL RESMI – Sains Makhluk-makhluk Raksasa Bermunculan di Dasar Laut China

Makhluk-makhluk Raksasa Bermunculan di Dasar Laut China

Makhluk laut dalam berukuran raksasa kembali menjadi perhatian setelah ilmuwan China mengungkap kemampuan bertahan hidup mereka. Salah satunya adalah isopoda superraksasa dari kelompok Bathynomus yang menghuni lingkungan laut dalam. Hewan ini masih berkerabat dengan kutu kayu darat, tetapi memiliki ukuran tubuh jauh lebih besar. Beberapa isopoda laut dalam bahkan dapat tumbuh hingga sekitar 50 sentimeter. Fenomena ukuran besar pada organisme laut dalam dikenal sebagai gigantisme laut dalam.

Penelitian dipimpin ilmuwan Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences di Qingdao, China. Mereka bekerja bersama Chinese University of Hong Kong dan Northwestern Polytechnical University. Hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal ilmiah Cell pada 2026. Para ilmuwan meneliti bagaimana isopoda superraksasa mampu mempertahankan tubuh besar di lingkungan dengan makanan sangat terbatas.

Hasilnya menunjukkan hewan tersebut mempunyai sistem bertahan hidup yang sangat efisien. Mereka memiliki lambung besar yang mampu menyimpan makanan ketika kesempatan makan tersedia. Isopoda superraksasa juga mempunyai tingkat metabolisme basal sangat rendah. Kombinasi tersebut memungkinkan energi digunakan secara perlahan ketika makanan sulit ditemukan. Bahkan, kelompok hewan ini diketahui mampu bertahan lebih dari lima tahun tanpa makanan.

Peneliti juga menemukan faktor genetik yang membantu mengatur penggunaan energi selama periode kekurangan makanan. Salah satu mekanismenya berkaitan dengan gen yang berasal dari bakteri melalui proses evolusi. Gen tersebut kemudian membantu mengatur metabolisme sehingga kebutuhan energi dapat ditekan. Temuan ini memberikan gambaran mengenai cara kehidupan beradaptasi dengan lingkungan ekstrem di dasar samudra.

Laut dalam memang menjadi habitat berbagai organisme dengan bentuk tubuh yang tidak biasa. Tekanan tinggi, suhu rendah, kegelapan, dan keterbatasan makanan membentuk strategi adaptasi berbeda. Penelitian ilmuwan China memperlihatkan ukuran raksasa tidak selalu berarti kebutuhan energi sangat tinggi. Sebaliknya, metabolisme efisien memungkinkan makhluk besar bertahan ketika sumber makanan sangat jarang tersedia.

Related Post