Langit malam masih memberi peluang menyaksikan dua hujan meteor yang mencapai puncaknya pada 30–31 Juli 2026. Fenomena tersebut melibatkan Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. Keduanya aktif bersamaan, sehingga pengamat berpeluang melihat meteor dengan karakter berbeda. Indonesia termasuk wilayah yang mendukung pengamatan Southern Delta Aquariids karena berada di kawasan tropis.
Southern Delta Aquariids memiliki tingkat aktivitas ideal sekitar 25 meteor setiap jam. Sementara itu, Alpha Capricornids menghasilkan sekitar lima meteor setiap jam dalam kondisi ideal. Alpha Capricornids terkenal karena menghasilkan meteor terang dan bergerak relatif lambat. Beberapa meteor dari kelompok ini bahkan dapat terlihat sebagai bola api.
Waktu pengamatan terbaik di Indonesia berlangsung setelah pukul 23.00 hingga menjelang fajar. Pengamat sebaiknya memilih kawasan terbuka yang jauh dari cahaya perkotaan. Pantai, perbukitan, atau pedesaan dengan langit terbuka dapat menjadi pilihan. Mata juga membutuhkan sekitar 20 hingga 30 menit untuk beradaptasi dengan kondisi gelap.
Teleskop dan teropong tidak diperlukan untuk menyaksikan hujan meteor ganda ini. Pengamatan menggunakan mata telanjang justru memberikan bidang pandang lebih luas. Namun, cahaya Bulan menjadi tantangan besar pada puncak tahun ini. Bulan mencapai fase purnama pada 29 Juli 2026. Tingkat pencahayaannya masih sekitar 98 persen ketika kedua hujan meteor mencapai puncak.
Pengamat dapat mencari posisi yang menghalangi cahaya Bulan secara langsung. Pohon atau bangunan dapat membantu mengurangi silau tanpa menutup sebagian besar langit. Hindari layar ponsel selama pengamatan agar kemampuan mata melihat objek redup tetap terjaga. Kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya juga sangat menentukan keberhasilan pengamatan. Meski puncaknya telah berlangsung, kedua hujan meteor masih aktif setelah 31 Juli.
