Tim nasional panjat tebing Indonesia meningkatkan intensitas persiapan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Pesta olahraga Asia tersebut berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Pelatih kepala Galar Pandu Asmoro menyiapkan simulasi pertandingan untuk sembilan atlet yang akan berlaga. Program tersebut dijalankan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia di Bekasi, Jawa Barat.
Galar mengatakan waktu persiapan efektif menuju Asian Games tersisa sekitar sembilan pekan pada akhir Juli. Tim pelatih membagi program menjadi tiga tahapan untuk menjaga perkembangan performa atlet. Tahap tersebut meliputi persiapan khusus, persiapan kompetisi, dan penempaan akhir menjelang keberangkatan. Simulasi juga dirancang menyerupai sistem dan suasana pertandingan internasional.
Persiapan tim turut mendapatkan perhatian Chef de Mission Indonesia, Todotua Pasaribu. Ia mengunjungi lokasi pelatnas di Bekasi pada Senin, 27 Juli 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis dan nonteknis sebelum kontingen berangkat ke Jepang. Aspek keberangkatan, akomodasi, transportasi, dan kebutuhan khusus atlet turut menjadi perhatian.
Tim panjat tebing Indonesia direncanakan tiba di Jepang tiga hari sebelum Asian Games dimulai. Permintaan tersebut diajukan PP FPTI agar atlet memiliki waktu beradaptasi dengan arena pertandingan. Todotua menyetujui rencana itu dan akan mengoordinasikan kebutuhan keberangkatan bersama pihak terkait. Adaptasi venue diharapkan membantu atlet semakin siap menghadapi persaingan.
Asian Games 2026 menjadi salah satu target utama FPTI sepanjang musim ini. Struktur Pelatnas 2026 juga diperkuat sejak Maret untuk mengejar prestasi internasional. Indonesia memiliki tradisi kuat pada panjat tebing, terutama nomor speed. Persiapan intensif diharapkan membuat para atlet mencapai kondisi terbaik ketika pertandingan dimulai.
