PP PBSI kembali melakukan penyesuaian terhadap komposisi atlet yang menjalani program Pelatnas Cipayung. Kali ini, perubahan terjadi pada sektor ganda putra Indonesia. Dua pemain yang resmi didegradasi adalah Rahmat Hidayat dan Muh Putra Erwiansyah. Keputusan tersebut berlaku mulai 1 Agustus 2026 berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan PBSI.
PBSI mengumumkan keputusan tersebut melalui media sosial resmi pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Rahmat dan Putra tidak lagi berada dalam naungan Tim Nasional bulutangkis Indonesia. PBSI juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua pemain selama menjadi bagian Pelatnas Cipayung. Mereka diharapkan tetap berkembang dan melanjutkan perjalanan karier setelah meninggalkan pelatnas.
Rahmat Hidayat merupakan pemain ganda yang sebelumnya sempat dipasangkan dengan beberapa pebulu tangkis nasional. Sementara itu, Muh Putra Erwiansyah juga menjadi bagian regenerasi sektor ganda putra Indonesia. Degradasi keduanya menjadi bagian terbaru dari evaluasi komposisi pemain yang dilakukan PBSI. Evaluasi diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan pembinaan dengan target prestasi nasional dan internasional.
Pada Februari 2026, PBSI sebelumnya menetapkan 74 atlet untuk mengikuti program pelatnas sepanjang tahun. Mereka terbagi dalam lima sektor serta kelompok utama dan pratama. Sektor ganda putra juga mendapatkan tambahan Alexius Ongkytama Subagio dan Aquino Evano Keneddy Tangka. Keduanya masuk setelah mencatatkan prestasi sepanjang 2025.
Promosi dan degradasi memang menjadi bagian dari sistem evaluasi atlet di lingkungan PBSI. Prestasi, potensi, usia, kebutuhan tim, dan target kompetisi menjadi beberapa pertimbangan dalam menentukan komposisi pelatnas. Keputusan terbaru membuat Rahmat dan Putra harus melanjutkan perjalanan mereka di luar Pelatnas Cipayung. Sementara PBSI terus mempersiapkan regenerasi ganda putra untuk menghadapi berbagai turnamen internasional mendatang.
