Kayu fosil dari Pegunungan Kyffhäuser, Jerman, membuka catatan panjang sejarah geologi Eropa. Peneliti menemukan struktur mineralnya menyimpan informasi perubahan geologi selama ratusan juta tahun. Temuan tersebut menunjukkan kayu fosil dapat menjadi arsip penting untuk memahami evolusi cekungan sedimen.
Kayu tersebut berasal dari pohon yang hidup sekitar 300 juta tahun lalu. Kala itu, wilayah tersebut berada dekat khatulistiwa pada superbenua Pangaea. Batang pohon kemudian terkubur dalam endapan sungai dan mengalami proses mineralisasi bertahap. Beberapa fosil kayu di Kyffhäuser bahkan memiliki panjang mencapai 20 meter.
Peneliti mengidentifikasi lima tahap mineralisasi sejak sekitar 304 juta tahun lalu. Tahapan berikutnya mencatat penguburan, pemanasan, aktivitas fluida, hingga perubahan tektonik kawasan tersebut. Proses mineralisasi yang terdokumentasi berlangsung sekitar 200 juta tahun. Namun, riwayatnya mencapai sekitar 300 juta tahun jika proses pengangkatan menuju permukaan turut diperhitungkan.
Kayu membatu terbentuk ketika material tumbuhan terkubur dan terlindungi dari pembusukan. Air tanah membawa mineral yang kemudian mengisi atau menggantikan material organik. Silika merupakan salah satu mineral utama yang dapat mempertahankan struktur kayu hingga tingkat seluler. Proses tersebut membuat bentuk kayu tetap terlihat meskipun komposisinya berubah menjadi mineral.
Temuan ini memperluas fungsi kayu fosil dalam penelitian geologi. Fosil tidak hanya menyimpan informasi kehidupan tumbuhan purba. Kandungan mineralnya juga dapat membantu ilmuwan merekonstruksi penguburan, perubahan suhu, dan aktivitas tektonik selama jutaan tahun.Informasi tambahan nyari situs anti rungkat solusi situs AYAMTOTO
