Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi bioreklamasi sebagai solusi untuk memulihkan lahan bekas tambang. Metode ini memanfaatkan mikroorganisme dan tanaman tertentu guna memperbaiki kualitas tanah yang mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mendukung pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.
Menurut BRIN, lahan bekas tambang umumnya mengalami penurunan kesuburan, kerusakan struktur tanah, serta berkurangnya keanekaragaman hayati. Melalui bioreklamasi, kondisi tanah dapat dipulihkan secara bertahap sehingga kembali mendukung pertumbuhan vegetasi. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan dibanding metode yang hanya mengandalkan bahan kimia.
Teknologi bioreklamasi mengombinasikan pemanfaatan mikroba, jamur, dan tanaman yang mampu beradaptasi pada kondisi tanah kritis. Mikroorganisme membantu meningkatkan kandungan unsur hara, sedangkan tanaman berperan memperbaiki struktur tanah serta mengurangi risiko erosi. Proses tersebut dilakukan secara bertahap sesuai karakteristik lokasi bekas tambang.
BRIN menilai penerapan bioreklamasi dapat mendukung upaya reklamasi yang diwajibkan bagi perusahaan pertambangan. Selain memulihkan fungsi ekologis lahan, metode ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas kawasan untuk dimanfaatkan kembali secara berkelanjutan. Penelitian terus dilakukan agar teknologi tersebut dapat diterapkan di berbagai jenis lahan bekas tambang di Indonesia.
Pengembangan bioreklamasi menjadi bagian dari komitmen BRIN dalam menghasilkan inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan. Kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri juga terus diperkuat agar hasil riset dapat diterapkan secara luas. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak aktivitas pertambangan.
Melalui inovasi tersebut, BRIN berharap lahan bekas tambang tidak lagi menjadi kawasan yang sulit dimanfaatkan. Dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, proses pemulihan lingkungan dapat berlangsung lebih efektif sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
