Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dinilai dapat meniru pendekatan permainan Spanyol jika memilih tampil tanpa striker murni. Pendapat tersebut muncul menjelang perjuangan Indonesia di Piala AFF 2026. Spanyol baru saja membuktikan efektivitas strategi tersebut dengan menjuarai Piala Dunia 2026. La Furia Roja mengandalkan pergerakan kolektif dan rotasi pemain depan tanpa bergantung pada penyerang nomor sembilan. Pendekatan itu dinilai relevan dengan kondisi skuad Garuda saat ini.
Herdman sebelumnya menegaskan sepak bola modern tidak harus bergantung pada striker murni. Menurut pelatih asal Kanada tersebut, seluruh pemain harus memiliki naluri mencetak gol. Ia ingin membangun mentalitas kolektif agar ancaman datang dari berbagai lini. Gelandang dan pemain sayap diharapkan lebih aktif memasuki kotak penalti lawan. Strategi itu membuat serangan tim menjadi lebih sulit ditebak.
Spanyol menjadi contoh keberhasilan sistem tersebut sepanjang Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis de la Fuente mengandalkan mobilitas pemain depan serta dominasi penguasaan bola. Gol tercipta dari banyak pemain dengan rotasi posisi yang dinamis. Pola itu membuat lawan kesulitan menjaga pergerakan para penyerang. Hasilnya, Spanyol berhasil mengangkat trofi dunia meski tanpa penyerang tengah tradisional.
Indonesia diperkirakan mengandalkan pemain lokal pada Piala AFF 2026 karena turnamen berlangsung di luar kalender FIFA. Kondisi tersebut membuat Herdman harus memaksimalkan materi pemain yang tersedia. Fleksibilitas taktik menjadi salah satu solusi untuk menjaga daya saing tim. Jika strategi berjalan efektif, Indonesia berpeluang tampil lebih variatif sepanjang turnamen. Keberhasilan Spanyol dapat menjadi referensi bagi Herdman dalam membangun identitas baru Timnas Indonesia.
