PORTAL RESMI – Trend Ramai “Life Hack” Pertalite Campur Pertamax Turbo, Benarkah Bikin Kendaraan Lebih Irit?

Ramai “Life Hack” Pertalite Campur Pertamax Turbo, Benarkah Bikin Kendaraan Lebih Irit?

Belakangan ini beredar “life hack” di media sosial yang menyarankan mencampur Pertalite dengan Pertamax Turbo agar kendaraan lebih irit. Klaim tersebut memicu perdebatan di kalangan pengguna kendaraan bermotor. Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah maupun rekomendasi resmi dari Pertamina yang menyatakan campuran kedua bahan bakar tersebut dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan. Efisiensi konsumsi BBM lebih dipengaruhi spesifikasi mesin, gaya berkendara, dan kondisi kendaraan.

Menurut Pertamina, setiap jenis bahan bakar memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mesin. Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax Turbo memiliki RON 98. Pabrikan kendaraan juga selalu mencantumkan rekomendasi RON minimum yang sesuai untuk menjaga performa mesin. Penggunaan BBM sebaiknya mengikuti rekomendasi tersebut agar pembakaran berlangsung optimal.

Pakar otomotif menjelaskan mencampur dua jenis bensin dengan RON berbeda hanya menghasilkan nilai oktan di antara keduanya. Campuran itu tidak otomatis membuat tenaga meningkat atau konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Pada mesin yang dirancang menggunakan RON 90, penggunaan RON lebih tinggi belum tentu memberikan manfaat berarti. Sebaliknya, mesin berkompresi tinggi justru membutuhkan BBM dengan RON sesuai rekomendasi pabrikan.

Selain memilih bahan bakar yang tepat, pengendara disarankan melakukan servis berkala untuk menjaga efisiensi kendaraan. Tekanan ban, kondisi busi, filter udara, dan sistem injeksi juga memengaruhi konsumsi bahan bakar. Gaya berkendara yang halus dan menghindari akselerasi berlebihan terbukti lebih efektif menghemat BBM. Faktor-faktor tersebut telah lama menjadi acuan dalam berbagai penelitian otomotif.

Kesimpulannya, klaim bahwa mencampur Pertalite dengan Pertamax Turbo membuat kendaraan lebih irit belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Pengguna kendaraan sebaiknya mengikuti spesifikasi bahan bakar yang direkomendasikan oleh pabrikan. Langkah tersebut lebih aman untuk menjaga performa mesin sekaligus efisiensi konsumsi bahan bakar dalam jangka panjang.

Related Post