Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, menegaskan bahwa pernyataannya usai meraih medali emas di World Climbing Series Krakow 2026 bukan ditujukan sebagai kritik kepada pihak mana pun. Ia menjelaskan ucapannya hanya menggambarkan pengalaman pribadi selama menjalani persiapan menuju kejuaraan. Klarifikasi tersebut disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Desak berharap fokus publik tetap tertuju pada prestasi atlet Indonesia di ajang internasional.
Desak mengatakan setiap atlet tentu menghadapi tantangan berbeda selama menjalani latihan dan mengikuti kompetisi. Menurutnya, seluruh proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan sebagai atlet profesional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih, rekan setim, dan Federasi Panjat Tebing Indonesia yang terus memberikan dukungan. Baginya, keberhasilan di Krakow merupakan hasil kerja keras seluruh tim, bukan hanya pencapaian individu.
Atlet asal Bali itu berhasil meraih medali emas pada nomor speed putri setelah tampil konsisten sepanjang perlombaan. Hasil tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan dunia di nomor speed. Selain Desak, atlet Indonesia juga menyumbangkan medali lain sehingga membawa pulang total empat medali dari seri Krakow. Capaian itu menjadi modal penting menjelang World Climbing Series Chamonix di Prancis.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menyambut positif klarifikasi yang disampaikan Desak. Federasi menegaskan hubungan antara atlet, pelatih, dan pengurus tetap berjalan baik. Fokus utama saat ini adalah menjaga performa atlet menghadapi rangkaian kompetisi internasional sepanjang 2026. Program latihan juga terus disesuaikan agar para atlet mampu mempertahankan prestasi di level dunia.
Desak berharap prestasi di Krakow dapat menjadi motivasi bagi atlet muda Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat terus memberikan dukungan kepada seluruh atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi faktor penting dalam meraih hasil terbaik. Dengan persiapan yang matang, tim panjat tebing Indonesia optimistis mampu kembali meraih prestasi pada kejuaraan internasional berikutnya.
