Tren cyberdeck sedang ramai di kalangan Generasi Z dan komunitas teknologi di berbagai negara. Berbeda dengan laptop atau PC konvensional, cyberdeck merupakan komputer portabel rakitan (do it yourself atau DIY) yang dibuat menggunakan berbagai komponen sesuai kebutuhan penggunanya. Perangkat ini biasanya memanfaatkan papan komputer mini seperti Raspberry Pi, layar kecil, keyboard, baterai portabel, dan casing hasil modifikasi sendiri. Popularitas cyberdeck meningkat setelah banyak kreator membagikan hasil rakitannya melalui TikTok, YouTube, dan Reddit.
Konsep cyberdeck sebenarnya berasal dari novel fiksi ilmiah bergenre cyberpunk berjudul Neuromancer karya William Gibson yang terbit pada 1984. Dalam perkembangannya, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan komputer portabel dengan desain unik dan sangat personal. Setiap cyberdeck memiliki bentuk berbeda karena dirancang sesuai kreativitas pemiliknya. Ada yang menyerupai koper kecil, tas, konsol gim, bahkan mainan bekas yang dimodifikasi menjadi perangkat komputasi.
Daya tarik cyberdeck tidak hanya terletak pada tampilannya yang bergaya retro-futuristik. Banyak Gen Z menganggap proyek ini sebagai cara belajar elektronika, pemrograman, dan sistem operasi Linux secara langsung. Cyberdeck juga dapat digunakan untuk menulis, coding, menjalankan server pribadi, bermain gim ringan, hingga proyek komunikasi radio. Sebagian pembuat bahkan memanfaatkan komponen bekas sebagai bentuk daur ulang dan ekspresi kreativitas.
Meski demikian, cyberdeck bukan pengganti laptop untuk penggunaan sehari-hari. Banyak perangkat ini sengaja dibuat lebih sebagai proyek hobi dibanding produk yang praktis. Bagi sebagian anak muda, cyberdeck menjadi simbol kebebasan bereksperimen sekaligus bentuk perlawanan terhadap perangkat modern yang seragam dan sulit dimodifikasi. Tren tersebut menunjukkan bahwa di tengah dominasi teknologi berbasis kecerdasan buatan, masih banyak generasi muda yang tertarik membangun perangkat komputasi dengan sentuhan personal dan kreativitas tinggi.
