Jumlah anak muda Singapura yang belum pernah menikah terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Temuan tersebut terungkap dalam General Household Survey 2025 yang dirilis Departemen Statistik Singapura pada 30 Juni 2026. Survei itu menunjukkan kenaikan paling besar terjadi pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun. Fenomena tersebut muncul di tengah tantangan Singapura menghadapi angka kelahiran yang terus menurun. Pemerintah pun terus mencari berbagai cara untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung pembentukan keluarga.
Data survei mencatat proporsi perempuan berusia 25 hingga 29 tahun yang belum pernah menikah meningkat dari 69 persen pada 2020 menjadi 73,4 persen pada 2025. Sementara itu, pada kelompok laki-laki, kenaikan terbesar terjadi pada usia 30 hingga 34 tahun. Persentasenya naik dari 41,9 persen menjadi 47,6 persen dalam periode yang sama. Hasil tersebut menunjukkan semakin banyak anak muda memilih menunda pernikahan dibanding lima tahun sebelumnya.
Survei juga menemukan perubahan pola kehidupan keluarga di Singapura. Proporsi rumah tangga yang terdiri atas pasangan menikah dengan anak turun dari 50,4 persen menjadi 47,6 persen. Rata-rata jumlah anak yang dimiliki perempuan berusia 40 hingga 49 tahun juga menurun dari 1,76 menjadi 1,67. Pemerintah sebelumnya telah memperkenalkan berbagai kebijakan, seperti bonus kelahiran, perpanjangan cuti ayah, dan pelonggaran aturan pembekuan sel telur untuk mendorong angka kelahiran. Namun, Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan fokus utama kini adalah menjadikan Singapura sebagai tempat yang lebih baik untuk membangun keluarga.
Meski tren lajang meningkat, survei tersebut juga menunjukkan sejumlah indikator sosial ekonomi mengalami perbaikan. Tingkat pendidikan masyarakat, pendapatan rumah tangga, dan kepemilikan rumah terus meningkat sepanjang 2020 hingga 2025. Kondisi ini menunjukkan perubahan pola hidup anak muda tidak selalu dipengaruhi faktor ekonomi semata. Para peneliti menilai keputusan menunda pernikahan juga dipengaruhi perubahan prioritas hidup, karier, pendidikan, dan gaya hidup generasi muda di Singapura.
