PORTAL RESMI – Trend Lagi Tren Ganti Bahan Masakan Pakai Kimpul, Sebenarnya Apa Itu Kimpul?

Lagi Tren Ganti Bahan Masakan Pakai Kimpul, Sebenarnya Apa Itu Kimpul?

Kimpul belakangan menarik perhatian karena dapat digunakan sebagai alternatif berbagai bahan dalam olahan makanan. Umbi ini sebenarnya bukan bahan pangan baru bagi masyarakat Indonesia. Kimpul dikenal pula sebagai talas Belitung dan termasuk keluarga Araceae. Kementerian Pertanian mencatat nama ilmiahnya sebagai Xanthosoma sagittifolium. Bentuknya menyerupai talas, tetapi karakter umbi dan daunnya memiliki sejumlah perbedaan.

Kimpul memiliki umbi cabang yang berkumpul di sekitar tanaman induknya. Daunnya berbentuk seperti mata tombak dengan bagian batang yang sebagian berada di atas permukaan tanah. Tanaman tersebut banyak dibudidayakan masyarakat, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Kimpul juga dikenal dengan beberapa nama lokal, termasuk talas Belitung dan balitung.

Sebagai bahan pangan, kimpul memiliki kandungan karbohidrat sehingga dapat menjadi alternatif sumber energi. Kementerian Pertanian menyebut kelompok talas merupakan sumber karbohidrat yang relatif mudah dicerna. Umbinya dapat diolah dengan cara direbus, dikukus, digoreng, atau dijadikan tepung. Tepung tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai makanan tradisional maupun produk olahan modern.

Teksturnya yang lembut setelah dimasak membuat kimpul fleksibel digunakan dalam berbagai resep. Umbi ini dapat dikembangkan menjadi keripik, kue, camilan, hingga bahan campuran tepung. Namun, kimpul perlu diolah dengan benar sebelum dikonsumsi. Seperti kelompok talas lainnya, pengolahan diperlukan untuk mengurangi senyawa yang dapat menimbulkan sensasi gatal.

Popularitas kimpul juga membuka peluang mengenalkan kembali sumber karbohidrat lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan. Kementerian Pertanian menilai kimpul belum memperoleh perhatian optimal dibandingkan beberapa komoditas pangan utama. Dengan pengolahan kreatif, umbi sederhana ini berpotensi menjadi bahan masakan modern sekaligus mendukung diversifikasi pangan Indonesia.

Related Post